Komnas HAM: Freeport Hanya Tambah Masalah Indonesia

Jum'at, 13 November 2015 - 16:02 WIB
Komnas HAM: Freeport...
Komnas HAM: Freeport Hanya Tambah Masalah Indonesia
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai keberadaan PT Freeport Indonesia hanya menambah permasalahan di Indonesia.

Pasalnya, selama puluhan tahun mengeruk tambang di Papua, perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut tidak memenuhi hak-hak yang seharusnya didapatkan masyarakat Papua.

Ketua Komnas HAM Nurcholis menuturkan, selama ini masyarakat di Papua hanya dirangkul saat Freeport membutuhkan mereka. Sementara jika urusan selesai, maka masyarakat Papua kembali dicampakkan.

"Selama ini apa mereka (masyarakat Papua) diperlukan? Kan mereka diperlukan kalau ada maunya saja. Baru tuh mereka diundang," katanya di kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Dia berharap, apapun kebijakan yang diambil pemerintah ke depan, jangan hanya menempatkan kepentingan negara dalam tingkat elit. Namun, kepentingan masyarakat di tingkat bawah juga harus menjadi bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Begitupun dalam konteks Freeport, pemerintah jangan hanya menempatkan kepentingan segelintir elit dalam memperpanjang kontrak raksasa tambang asal Paman Sam tersebut yang akan habis pada 2021.

"‎Kalaupun misalnya diperpanjang (kontrak Freeport), tapi tidak mereview apa yang sudah dilakukan selama ini, saya rasa itu hanya akan menambah masalah di republik ini," tandas Nurcholis.

Sebelumnya diberitakan, Komnas HAM mendesak Freeport Indonesia memenuhi hak-hak rakyat di Papua, sebelum pemerintah memutuskan untuk memperpanjang kontrak karya Freeport.

Nurcholis menuturkan, pemerintah seharusnya melihat bagaimana praktik dan perlakuan Freeport yang telah mengeruk tambang di Papua selama puluhan tahun ini sebelum mengambil kebijakan apapun terkait perpanjangan kontrak.

"Jadi, kalau mau mengevaluasi apapun, mau ambil kebijakan itu yang harus dilihat adalah bagaimana praktik yang diambil selama ini, terutama praktik kepada masyarakat, itu saja tolok ukurnya," kata dia hari ini.

Baca Juga:

Komnas HAM Desak Freeport Penuhi Hak Rakyat Papua
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved