Pemimpin Asia Kutuk Serangan Paris Jelang G-20 dan APEC

Sabtu, 14 November 2015 - 15:23 WIB
Pemimpin Asia Kutuk...
Pemimpin Asia Kutuk Serangan Paris Jelang G-20 dan APEC
A A A
TOKYO - Pemimpin Asia mengutuk serangan mematikan di Paris Jumat malam, yang menewaskan sedikitnya 120 orang dan menempatkan pemerintah setempat pada peningkatan keamanan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) internasional di Turki, Filipina dan Malaysia.

"Prancis, rumah bagi kebebasan telah diserang oleh teroris, yang bertekad menyerang dan menekan kebebasan bukan hanya di Prancis tetapi di seluruh dunia. Kami berdiri bersama dengan orang-orang Prancis dan dengan semua orang bebas dalam pertempuran melawan terorisme," kata Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dalam pidato televisi dari Berlin, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (14/11/2015).

Para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Manila mulai Senin dan para pejabat Filipina mengatakan mereka mewaspadai situasi, melakukan tindakan pencegahan, dan menempatkan polisi di seluruh unit.

"Terorisme sangat mungkin menjadi fokus perhatian di KTT G-20 di Turki yang dimulai Sabtu," kata analis terorisme di S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura dan mantan peneliti pasukan bersenjata Prancis Romain Quivooij.

Sementara menurut dia, Turki adalah sebuah negara, di mana serangan teroris mematikan telah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyatakan terkejut dengan serangan tersebut dan mengatakan mereka berencana melakukan diskusi mengenai terorisme dalam pertemuan G-20, yang dinilai lebih relevan dan mendesak daripada sebelumnya.

Perdana Menteri India Narendra Modi dalam cuitannya di Twitter menyatakan rasa duka citanya, sementara Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menulis, "Saya terkejut dengan apa yang terjadi di Paris tapi kami harus tetap bersatu dan tidak terpengaruh dalam perang melawan terorisme."

Presiden China Xi Jinping mengirim pesan belasungkawa kepada Presiden Prancis Francois Hollande untuk mengekspresikan kecaman keras terhadap serangan tersebut.

Sementara Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada wartawan sebelum bertolak ke Turki menyatakan bahwa Indonesia mendesak masyarakat internasional untuk berperang melawan terorisme. (Baca: Jokowi Bertolak ke Turki Hadiri KTT G-20)

Kementerian Luar Negeri Jepang mengeluarkan peringatan mendesak untuk mencegah wisatawan ke Prancis. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan, berita itu sangat mengagetkan dan Jepang tidak akan pernah tunduk pada terorisme.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
G-20 dan Diplomasi Cerdas
G-20 dan Diplomasi Cerdas
G-20 Meniti Perubahan...
G-20 Meniti Perubahan Dunia
G-20: Mediator Pembangunan...
G-20: Mediator Pembangunan Ekonomi
Extraordinary Meeting...
'Extraordinary Meeting' di G-20
G-20 Bersatu Bangkit...
G-20 Bersatu Bangkit dari Pandemi
Indonesia, G-20, dan...
Indonesia, G-20, dan Resolusi Konflik Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
6 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
6 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
6 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
7 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
7 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved