USD Kalah Lawan Yen, Rupiah Ditutup Tergelincir
Rabu, 18 November 2015 - 17:01 WIB
USD Kalah Lawan Yen, Rupiah Ditutup Tergelincir
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup semakin tergelincir, di tengah tidak berkutiknya USD di depan yen Jepang.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.808/USD, dengan kisaran harian Rp13.696-Rp13.854/USD. Posisi tersebut negatif 98 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.710/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.819/USD. Posisi itu terdepresiasi 73 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.749/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.763/USD, melemah 52 poin dari posisi kemarin di level Rp13.711/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.832/USD. Posisi itu merosot 92 poin dibanding sebelumnya pada level Rp13.740/USD.
Sementara seperti dikutip dari Reuters, USD tergelincir dari level tertinggi dalam tujuh bulan terhadap sekeranjang mata uang pada hari ini, karena oasar menunggu kebijakan terbaru Federal Reserve yang bisa memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan.
Indeks USD naik 6,3% pada bulan lalu sebagai peluang atas kenaikan suku bunga pada Desember. Para pedagang berhati-hati pada penawaran awal di Eropa pascatragedi Paris, Prancis, di mana polisi Prancis berburu seorang militan Belgia yang diduga mendalangi serangan pekan lalu.
Indeks USD lebih rendah menjadi 99,501 kemarin, tertinggi sejak pertengahan April. USD juga turun 0,1% terhadap yen dan franc Swiss.
"Pasar juga sadar bahwa Fed bisa merujuk ke kekuatan USD baik secara implisit maupun miring dan kebangkitannya pada pengetatan kondisi moneter. Itu harus membuat proses kenaikan agak lambat dan bertahap," kata Jeremy Strech, kepada strategi mata uang di CIBC World Markets.
Baca Juga:
USD Tambah Kuat, Rupiah Dibuka Terjungkal
Rupiah Sesi I Masih Lesu, IHSG Bertahan di Zona Hijau
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.808/USD, dengan kisaran harian Rp13.696-Rp13.854/USD. Posisi tersebut negatif 98 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.710/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.819/USD. Posisi itu terdepresiasi 73 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.749/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.763/USD, melemah 52 poin dari posisi kemarin di level Rp13.711/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.832/USD. Posisi itu merosot 92 poin dibanding sebelumnya pada level Rp13.740/USD.
Sementara seperti dikutip dari Reuters, USD tergelincir dari level tertinggi dalam tujuh bulan terhadap sekeranjang mata uang pada hari ini, karena oasar menunggu kebijakan terbaru Federal Reserve yang bisa memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga bulan depan.
Indeks USD naik 6,3% pada bulan lalu sebagai peluang atas kenaikan suku bunga pada Desember. Para pedagang berhati-hati pada penawaran awal di Eropa pascatragedi Paris, Prancis, di mana polisi Prancis berburu seorang militan Belgia yang diduga mendalangi serangan pekan lalu.
Indeks USD lebih rendah menjadi 99,501 kemarin, tertinggi sejak pertengahan April. USD juga turun 0,1% terhadap yen dan franc Swiss.
"Pasar juga sadar bahwa Fed bisa merujuk ke kekuatan USD baik secara implisit maupun miring dan kebangkitannya pada pengetatan kondisi moneter. Itu harus membuat proses kenaikan agak lambat dan bertahap," kata Jeremy Strech, kepada strategi mata uang di CIBC World Markets.
Baca Juga:
USD Tambah Kuat, Rupiah Dibuka Terjungkal
Rupiah Sesi I Masih Lesu, IHSG Bertahan di Zona Hijau
(izz)