Rupiah Diramal Lanjutkan Pelemahan
Kamis, 19 November 2015 - 07:39 WIB
Rupiah Diramal Lanjutkan Pelemahan
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diramal tetap mewaspadai dan mencermati sentimen akan muncul yang dapat membuat laju rupiah masih akan melanjutkan pelemahannya.
"Laju rupiah kemarin bergerak sesuai estimasi kami sebelumnya yang cenderung melemah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (19/11/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) akan berada pada rentang Rp13.704-Rp13.778/USD. Meski sejumlah mata uang global sudah menguat terhadap USD namun, belum membuat laju rupiah turut menguat.
Pasca mengalami kenaikan, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan yang dipicu imbas pelemahan sejumlah mata uang global terhadap USD.
Laju euro sempat masih melemah di tengah langkah ECB yang berencana mengeluarkan stimulusnya untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi.
"Akan tetapi, jelang penutupan perdagangan, sejumlah mata uang terlihat mulai menguat terhadap USD. Meski sejumlah mata uang tersebut berbalik menguat, namun belum cukup mampu mengangkat laju rupiah yang masih di zona merah," pungkas dia.
"Laju rupiah kemarin bergerak sesuai estimasi kami sebelumnya yang cenderung melemah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (19/11/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) akan berada pada rentang Rp13.704-Rp13.778/USD. Meski sejumlah mata uang global sudah menguat terhadap USD namun, belum membuat laju rupiah turut menguat.
Pasca mengalami kenaikan, laju rupiah kemarin kembali mengalami pelemahan yang dipicu imbas pelemahan sejumlah mata uang global terhadap USD.
Laju euro sempat masih melemah di tengah langkah ECB yang berencana mengeluarkan stimulusnya untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi.
"Akan tetapi, jelang penutupan perdagangan, sejumlah mata uang terlihat mulai menguat terhadap USD. Meski sejumlah mata uang tersebut berbalik menguat, namun belum cukup mampu mengangkat laju rupiah yang masih di zona merah," pungkas dia.
(izz)