Pelesiran 36 Jam, Rini Dapat Laporan Bandara Padang Rugi
Jum'at, 20 November 2015 - 18:29 WIB
Pelesiran 36 Jam, Rini Dapat Laporan Bandara Padang Rugi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendapatkan laporan Bandara Minangkabau Padang merugi saat sedang pelesiran bersama semua bos perusahaan BUMN ke Karimunjawa, Jawa Tengah (Jateng).
Dalam acara bernama focus group discussion (FGD) yang menelan waktu 36 jam dengan kapal laut milik PT Pelni (Persero) ini, Rini mendapatkan laporan tersebut langsung dari Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi.
"Saya dapat laporan dari AP II melalui Pak Budi bahwa bandara di Padang tidak untung," ujarnya saat perjalanan dari Jakarta menuju Pulau Karimunjawa dengan menggunakan kapal laut, Jumat (20/11/2015).
Rini memaparkan, kerugian itu tercermin dari jumlah penumpang yang hilir-mudik di Bandara Padang masih minim, angkanya masih setengah dari target 5.000 penumpang tiap harinya.
"Karena kalau untung bisa 5.000 penumpang berangkat dan pergi. Ini baru 2.700, kita pikir ini BUMN apa yang bisa dilakukan di Padang untuk pengembangannya," jelas dia.
Setelah mendengar laporan itu, Rini meminta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro untuk segera membangun jalur kereta Padang-Bukit Tinggi.
"Kita minta Pak Edi untuk kereta api di padang ke bukit tinggi agar banyak turis yang datang. Kita pikirkan bagaimana sinergikan selama 36 jam ini," pungkasnya.
Baca Juga:
Menteri Rini Ungkap Ada Dirut BUMN Tak Akur
Perkuat Sinergi, Rini Pelesiran Bareng Semua Bos BUMN
Cerita Menteri Rini Perdana Naik Kapal
Dalam acara bernama focus group discussion (FGD) yang menelan waktu 36 jam dengan kapal laut milik PT Pelni (Persero) ini, Rini mendapatkan laporan tersebut langsung dari Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi.
"Saya dapat laporan dari AP II melalui Pak Budi bahwa bandara di Padang tidak untung," ujarnya saat perjalanan dari Jakarta menuju Pulau Karimunjawa dengan menggunakan kapal laut, Jumat (20/11/2015).
Rini memaparkan, kerugian itu tercermin dari jumlah penumpang yang hilir-mudik di Bandara Padang masih minim, angkanya masih setengah dari target 5.000 penumpang tiap harinya.
"Karena kalau untung bisa 5.000 penumpang berangkat dan pergi. Ini baru 2.700, kita pikir ini BUMN apa yang bisa dilakukan di Padang untuk pengembangannya," jelas dia.
Setelah mendengar laporan itu, Rini meminta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro untuk segera membangun jalur kereta Padang-Bukit Tinggi.
"Kita minta Pak Edi untuk kereta api di padang ke bukit tinggi agar banyak turis yang datang. Kita pikirkan bagaimana sinergikan selama 36 jam ini," pungkasnya.
Baca Juga:
Menteri Rini Ungkap Ada Dirut BUMN Tak Akur
Perkuat Sinergi, Rini Pelesiran Bareng Semua Bos BUMN
Cerita Menteri Rini Perdana Naik Kapal
(izz)
Lihat Juga :