RI Pererat Hubungan Perdagangan-Energi dengan Selandia Baru

Minggu, 22 November 2015 - 07:40 WIB
RI Pererat Hubungan...
RI Pererat Hubungan Perdagangan-Energi dengan Selandia Baru
A A A
JAKARTA - Indonesia berupaya mempererat hubungan perdagangan dan energi dengan Selandia Baru. Hal ini dilakukan Presiden Joko Widodo dengan menggelar pertemuan bilateral bersama Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-27,
di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (21/11/2015).

Dalam pertemuan tersebut, PM Key menyatakan akan berkunjung ke Indonesia pada 2016. Presiden Jokowi pun menyambut baik rencana kunjungan PM Key tersebut.

Menurut Jokowi, kedatangan PM Key ke Indonesia akan meningkatkan hubungan perdagangan kedua Negara. “Kami berharap kita dapat meningkatkan perdagangan kedua Negara, terutama untuk mengurangi defisit perdagangan dari sisi Indonesia,” ujar Presiden Jokowi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Sabtu (21/11/2015).

Salah satu caranya, lanjut Jokowi, dengan membuka kesempatan bagi pasar produk Indonesia di Selandia Baru, terutama untuk produk pertanian dari Indonesia, seperti manggis mangga dan salak.
“Kami juga berharap pengusaha Selandia Baru berinvestasi di Indonesia di bidang pangan dan energi,” tuturnya.

Di bidang energi, Selandia Baru terkenal sebagai negara yang berhasil memanfaatkan panas bumi sebagai energi, dan Indonesia adalah negara yang memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia. “Kami mengundang investor dari Selandia Baru untuk berinvestasi di sektor panas bumi,” ungkapnya.

PM Key menyambut baik upaya peningkatan kerja sama kedua negara, khususnya di sektor perdagangan dan energi. PM Key juga memuji cara yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengatasi pengungsi yang berasal dari negara lain.

Di akhir pertemuan, Presiden Jokowi berharap agar Indonesia dan Selandia Baru bersama-sama meningkatkan kerja sama dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan.

“Kami berharap kerja sama trilateral antara Indonesia – Selandia Baru – Negara-negara Pasifik Selatan meningkatkan pembangunan kapasitas di kawasan tersebut,” pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag dan KBRI Canberra...
Kemendag dan KBRI Canberra Dorong Kerja Sama Perdagangan Bilateral
RI-UEA Kerja Sama Atasi...
RI-UEA Kerja Sama Atasi Krisis Energi dan Pangan
Sejarah Baru Kerja Sama...
Sejarah Baru Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia
Sambut Hari Nasional...
Sambut Hari Nasional Taiwan, Taipei dan RI Perkuat Kerja Sama Bilateral
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Serentak Terapkan Perjanjian Layanan Ruang Udara, Pertahanan, dan Ekstradisi
Bertemu PM Kishida,...
Bertemu PM Kishida, Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Bilateral-Isu Palestina
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
25 menit yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
1 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
2 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
11 jam yang lalu
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
12 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved