Tembaga Turun di Bawah USD4.500 karena Logam Terkoreksi

Senin, 23 November 2015 - 11:54 WIB
Tembaga Turun di Bawah...
Tembaga Turun di Bawah USD4.500 karena Logam Terkoreksi
A A A
SHANGHAI - Tembaga turun di bawah USD4.500 untuk kali pertama sejak Mei 2009 karena investor takut pergeseran upaya peningkatan ekonomi China dengan mengenjot sektor konsumsi dari ekspansi investasi akan memperlambat permintaan konsumen terbesar di dunia.

Nikel kehilangan lebih dari 5% ke level terendah sejak 2003 dan Shanghai berjangka turun. Saham Glencore Plc anjlok 4,1% dan BHP Billiton Ltd susut 3,1%.

Tembaga yang digunakan dalam jaringan listrik dan kabel rumah turun sebanyak 2,6% menjadi USD4.461,5/metrik ton (MT) sebelum diperdagangkan di USD4.468 pada pukul 12.10 di Shanghai. Nikel jatuh ke USD8.235/ton, sedangkan seng menghapus kenaikan pada Jumat setelah smelter-smelter di China mengumumkan akan memangkas produksi tahun depan.

"Permintaan masih menjadi kunci untuk komoditas saat ini, disiplin pasokan dan pemangkasan produksi tidak pasti," kata analis di Argonaut Securities di Hong Kong Helen Lau, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (23/11/2015).

Menurut dia, ada kemungkinan bahwa produsen lokal akan terus meningkatkan produksi dan menggantikan kerugian yang telah dibuat. Pasalnya, masih banyak yang ingin mempertahankan arus kas pada harga saat ini.

Harga komoditas memperpanjang penurunan, dengan minyak dan industri logam melemah. Emas terkoreksi karena dolar Amerika Serikat (USD) menguat. Prospek pada konferensi pekan lalu di Shanghai memberi imbas bearish di tengah perlambatan China, sementara produsen top enggan untuk mengurangi produksinya lagi.

Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga AS yang mendorong USD, membuat komoditas lebih mahal bagi pembeli dalam mata uang lain.

"Premi logam di pasar fisik China tidak reli setelah harga anjlok, menunjukkan permintaan yang sangat lemah. Harga tidak akan rebound sampai akhir Desember ketika Fed membuat keputusan akhir," kata analis senior di Beijing Capital Futures Co Xiao Jing.

Indeks London Metal Exchange dari enam logam industri telah anjlok 27% tahun ini, kinerja tahunan terburuk sejak krisis keuangan global pada 2008.

Menurut pernyataan di situs konsultasi SMM Information & Technology Co, smelter di China, yang memproduksi lebih dari 40% dari seng di dunia berencana untuk memangkas produksi olahan sebanyak 500.000 ton tahun depan dan mereka menyerukan kontrol ketat terhadap kapasitas baru. Sementara tembaga dan seng memperpanjang kemerosotan setelah Glencore melakukan pengurangan pada September dan Oktober.

menghadapi kondisi tersebut, Chile Codelco sebagai produsen tembaga terbesar di dunia mengatakan di Shanghai pekan lalu, mereka lebih suka mengendalikan biaya produksi. Sedangkan Antofagasta Minerals SA menyatakan, perusahaan pertambangan global telah memangkas produksi secukupnya untuk menyeimbangkan harga pasar dan mendukung di harga sekarang.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
28 menit yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
54 menit yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
1 jam yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
10 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
11 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved