Pengawasan Ketenagakerjaan Harus Keras dan Adil

Rabu, 25 November 2015 - 23:38 WIB
Pengawasan Ketenagakerjaan...
Pengawasan Ketenagakerjaan Harus Keras dan Adil
A A A
JAKARTA - Pengawas ketenagakerjaan (Wasnaker) merupakan garda terdepan dalam penegakan hukum dan norma-norma ketenagakerjaan. Hanya dengan pengawasan yang keras dan adil, semua aturan ketenagakerjaan akan terwujud di lapangan.

Menaker M Hanif Dhakiri mengatakan, pengawasan keras dan adil hanya dapat dilakukan bila pengawas ketenagakerjaan memiliki integritas, independensi dan profesionalisme. Tanpa itu pengawas ketenagakerjaan akan dipandang sebelah mata. Marwah dan kewibawaannya akan merosot.

"Pengawasan itu harus keras dan adil agar hukum tegak, aturan berjalan. Tapi syaratnya pengawas harus punya integritas, independensi dan profesionalisme. Tanpa itu, marwah dan kehormatan pengawas akan merosot. Kita akan dipandang sebelah mata," ujarnya, dalam siaran pers kepada Sindonews, Rabu (25/11/2015).

Hanif mengajak jajaran pengawas ketenagakerjaan untuk meneguhkan kembali marwah dan kewibawaan korp pengawas ketenagakerjaan.

"Bekerjalah yang keras, bekerjalah yang jujur, bekerjalah profesional. Tegakkan hukum dan lindungi semua hak stakeholder ketenagakerjaan," paparnya.

Pengawas, lanjut Hanif, harus melaksanakan pengawasan secara penuh independen dalam rangka penegakan hukum, bukan karena mengharapkan sesuatu atau karena pesanan seseorang atau tekanan pihak lain. Pengawas harus bekerja sesuai standar operasional dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Menaker Hanif mengingatkan bahwa masih banyak norma-norma ketenagakerjaan yang belum dijalankan secara memadai di tempat kerja dan di berbagai sektor. Pelaksanaan upah minimum, waktu kerja, outsourcing, PHK, pesangon, kepesertaan jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan/Kesehatan, dan lainnya, masih belum sesuai harapan. Sebab itu, negara harus hadir melalui peran Wasnaker yang profesional, tegas dan tanpa pandang bulu.

Selain penerapan norma ketenagakerjaan yang belum optimal di sektor industri, Hanif juga meminta pengawas untuk memperkuat pengawasan di sektor pertanian, perkebunan dan maritim.

"Selain sektor industri, perkuat juga pengawasan di sektor pertanian, maritim dan perkebunan. Mereka ini jumlahnya dominan, sangat besar, tapi upah minimum saja belum semua. Jaminan sosial dari BPJS juga belum banyak yang menikmati. Bahkan hubungan kerja banyak yang enggak jelas, enggak ada kontrak," jelasnya.

Hanif meminta agar sektor-sektor tersebut menjadi perhatian pengawas. Di luar itu Hanif juga meminta agar urusan penempatan dan perlindungan TKI menjadi prioritas dalam kerja pengawasan.

"Negara harus kita hadirkan dalam seluruh proses migrasi orang ke luar negeri. Negara kasih kepastian, kasih perlindungan dari hulu hingga hilir, sehingga kerja ke luar negeri menjadi pilihan yang baik dan aman. Hajar semua yang main-main dengan TKI", tegasnya.

Terkait dengan terbatasnya jumlah pengawas, Menaker meminta kepada instansi yang menangani ketenagakerjaan di daerah untuk mengembangkan program pengawasan berbasis komunitas. Di lain pihak, gubernur sebagai penanggung jawab operasional pengawasan diminta untuk membuat skenario distribusi Wasnaker sesuai dengan kebutuhan dan realitas di lapangan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
Balai Latihan Kerja...
Balai Latihan Kerja Surakarta Bantu Penanganan COVID-19
Hindari Resiko Penumpukan...
Hindari Resiko Penumpukan Orang, Kemnaker Minta Perusahaan Susun Rencana Kerja
Menaker Ida Fauziyah...
Menaker Ida Fauziyah Sambut Kepulangan Sembilan ABK
Siddhakarya Bukti Perhatian...
Siddhakarya Bukti Perhatian Pemerintah kepada Produktivitas Perusahaan
Kemnaker Berdayakan...
Kemnaker Berdayakan Korban PHK melalui Program Padat Karya
Berita Terkini
Usia ke-53 Tahun, Jasindo...
Usia ke-53 Tahun, Jasindo Perkuat Fondasi Bisnis Berkelanjutan
18 menit yang lalu
IHSG Mendadak Jeblok...
IHSG Mendadak Jeblok 4,49% ke Bawah 6.000, Ini Penyebabnya
30 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
2 jam yang lalu
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
2 jam yang lalu
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
3 jam yang lalu
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved