Produksi Industri Korsel Jatuh Pertama Kali dalam 5 Bulan

Senin, 30 November 2015 - 10:41 WIB
Produksi Industri Korsel...
Produksi Industri Korsel Jatuh Pertama Kali dalam 5 Bulan
A A A
SEOUL - Produksi industri di Korea Selatan (Korsel) jatuh untuk pertama kalinya dalam lima bulan karena ekspor melemah yang mengimbangi pemulihan dalam konsumsi swasta.

Seperti dikutip dari Xinhua, Senin (30/11/2015), semua produksi industri Korsel turun 1,3% pada Oktober dari bulan sebelumnya. Ini merupakan penurunan pertama setelah naik 0,6% pada Juni dan Juli, atau turun 0,3% pada Agustus serta 2,5% pada September.

Angka tersebut juga menandai penurunan bulanan terbesar dalam sembilan bulan sejak Januari. Kemerosotan dalam produksi industri ini disebabkan lesunya ekspor yang mencapai sekitar setengah dari perekonomian nomer empat di Asia, mengakibatkan perlambatan industri manufaktur.

Ekspor negara itu anjlok 15,9% pada Oktober dari tahun sebelumnya, posting penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari enam tahun.

Bahkan, produksi pertambangan dan industri manufaktur merosot 1,4% pada Oktober dari bulan sebelumnya. Output produk kimia turun 4% karena beberapa perusahaan memasuki masa penutupan rutin untuk pemeliharaan, dan produksi mobil berkurang 2,8%.

Persediaan produsen turun 2,1% pada Oktober, sementara produsen membukukan tingkat utilisasi pabrik 73,8% pada Oktober, turun 1,4 poin dari bulan sebelumnya.

Produksi di industri jasa naik tipis 0,2% di bawa pertumbuhan sektor real estate dan grosir serta eceran yang masing-masing naik 2,1% dan 1,9%.

Sementara itu, penjualan ritel, yang mencerminkan konsumsi swasta naik 3,1% pada Oktober berkat langkah-langkah pemerintah untuk merangsang konsumsi seperti pengenalan versi Korea Black Friday.

Angka tersebut menandai peningkatan tertinggi dalam 57 bulan sejak Januari 2011 ketika penjualan ritel naik 4%. Pemerintah memperkenalkan apa yang disebut "Black Friday" sebagai periode diskon musiman dari Oktober tahun ini untuk meningkatkan belanja konsumen dengan mendorong pengecer seperti department store untuk mengadakan acara diskon.

Penjualan barang yang tidak termasuk barang tahan lama, termasuk makanan dan minuman, turun 1,6% pada bulan lalu, namun penjualan barang semi tahan lama seperti pakaian melonjak 8,1%. Penjualan barang tahan lama naik 7,7%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipicu Lonjakan Ekspor,...
Dipicu Lonjakan Ekspor, Korsel Pulih dari Resesi Ekonomi
Resesi Korsel Justru...
Resesi Korsel Justru Untungkan Indonesia, Kok Bisa?
Mendunia, tapi Drakor...
Mendunia, tapi Drakor dan Kpop Tak Mampu Selamatkan Ekonomi Korsel
Kim Jong-un Puji Ekonomi...
Kim Jong-un Puji Ekonomi Korut Meski Kondisi Keuangan Tak Pasti
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Promo Wisata Korea
Promo Wisata Korea
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
55 menit yang lalu
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
1 jam yang lalu
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
1 jam yang lalu
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
2 jam yang lalu
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
3 jam yang lalu
Infografis
Perang Membara, Pakistan...
Perang Membara, Pakistan Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved