ADB: Pertumbuhan Ekonomi Asia 2015 Tak Berubah

Sabtu, 05 Desember 2015 - 08:33 WIB
ADB: Pertumbuhan Ekonomi...
ADB: Pertumbuhan Ekonomi Asia 2015 Tak Berubah
A A A
JAKARTA - Asia Development Bank (ADB) mengemukakan pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia tidak berubah sebesar 5,8% pada 2015 dan 6,0% pada 2016.

Dalam laporan Asian Development Outlook Update, dipertahankannya proyeksi pertumbuhan untuk kawasan ini, terlihat dari perkiraan pertumbuhan untuk Republik Rakyat China (RRC) diimbangi revisi ke bawah perkiraan untuk Asia Tengah dan Pasifik.

"Prospek pertumbuhan untuk ekonomi industri besar juga telah diturunkan. Namun, meskipun kami telah melihat beberapa prospek regional yang lebih luas untuk pertumbuhan yang stabil," ujar Kepala Ekonom ADB Shang-Jin Wei, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Dia menuturkan, pertumbuhan kawasan ini didukung konsumsi swasta yang hidup di RRC dan memperluas produksi industri di India dan negara-negara lainnya.

Pada saat yang sama, negara-negara yang bergantung pada komoditas juga terkena imbas dari kemerosotan harga global, dan pemulihan lebih lambat dari yang diperkirakan di AS dan kontraksi ekonomi di Jepang akan terus membebani prospek ekspor.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan Asia Timur juga dipertahankan pada level 6,0% untuk tahun 2015 dan 2016.

Menurut Shang-Jin Wei, RRC memprediksi pertumbuhan berada pada angka 6,9% tahun ini, atau sedikit lebih tinggi dari 6,8% yang diproyeksikan sebelumnya. "Meskipun kapasitas industri berlebih, namun ekonomi RRC tetap tangguh, didukung terutama oleh konsumsi dan jasa swasta," ungkapnya.

Di sisi lain, prospek Asia Selatan diprediksi tetap positif, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 6,9% pada 2015 dan 7,3% pada 2016. "Untuk pertumbuhan di India didukung pertumbuhan produksi industri, belanja modal publik, dan penjualan ritel," imbuhnya.

Prospek pertumbuhan untuk Asia Tenggara juga tidak berubah dari bulan September, yakni pada angka 4,4% pada 2015 dan 4,9% pada 2016. "Sedikit pelemahan untuk Indonesia, akibat dari lebih rendah dari perkiraan pencairan anggaran dan pelemahan di ekspor," ungkapnya.

Sementara prospek pertumbuhan untuk Asia Tengah pada 2015 dan 2016 telah diturunkan masing-masing menjadi 3,2% dan 3,7% dari 3,3% dan 4,2%.

Menurutnya, penurunan tersebut lantaran harga komoditas yang terus menerus rendah, terutama pada minyak dan gas, serta pemulihan yang lambat di Federasi Rusia.

"Importir energi seperti Armenia, Georgia, Republik Kyrgyz, Tajikistan, dan Uzbekistan melihat perlambatan konsumsi domestik sebagai akibat dari pengiriman uang yang lebih rendah, terutama dari Federasi Rusia," tandasnya.

Sementara ekonomi Pacific juga terlihat mencatatkan pertumbuhan di bawah perkiraan ADB, dengan keterlambatan dalam beberapa proyek investasi besar.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
ADB Akan Dukung Pembangunan...
ADB Akan Dukung Pembangunan Ibu Kota Baru, Gantikan SoftBank?
ADB Dorong Asia Tenggara...
ADB Dorong Asia Tenggara Atasi Kesenjangan Digital, Nih 5 Sarannya
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Cegah Penggelapan Pajak,...
Cegah Penggelapan Pajak, ADB Merajut Hub Regional Kerja Sama Asia Pasifik
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
15 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved