Harga Minyak di Asia Dekati Posisi Terendah 7 Tahun

Selasa, 08 Desember 2015 - 08:22 WIB
Harga Minyak di Asia...
Harga Minyak di Asia Dekati Posisi Terendah 7 Tahun
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia tetap mendekati posisi terendah tujuh tahun di awal perdagangan Asia pada hari ini karena OPEC terus memompa minyak di dekat rekor untuk mempertahankan pangsa pasar, stok minyak bisa mencapai ratusan ribu barel yang diproduksi setiap hari lebih dari permintaan.

Patokan minyak berjangka brent dan West Texas Intermediate (WTI) jatuh lebih dari 6% pada sesi sebelumnya mencapai terendah 2.015, dan mereka mendekati level yang terakhir terlihat selama krisis 2008/2009.

Harga minyak mentah AS diperdagangkan pada USD37,83 per barel pada pukul 00.32 GMT (07:32 EST), naik 18 sen dari pemukiman yang terakhir tapi mendekati dengan posisi terendah 2015 dan tujuh tahun dari sesi sebelumnya.

"Keputusan anggot OPEC untuk menjaga hasil produksi minyak pada rekor tingkat tinggi, menyarankan bahwa organisasi ini secara efektif meninggalkan strategi jangka panjang membatasi produksi dan bertindak sebagai kartel, yang mengarah ke tekanan lebih ke bawah pada harga minyak di jangka pendek," kata Sanjiv Shah, Chief Investment Officer Sun Investasi Global seperti dikutip dari Reuters, Selasa (8/12/2015).

OPEC gagal menyepakati plafon produksi minyak Jumat lalu setelah perselisihan antara Arab Saudi dan Iran, untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade bahkan tidak menyebutkan kuota produksi, yang sebelumnya berdiri di level 30 juta barel per hari (bph).

Produksi OPEC lebih dari 30 juta barel per hari telah diperparah dengan stok yang melimpah, mendorong produksi 0.500.000-2.000.000 bph di luar permintaan dan menempatkan banyak produsen di bawah tekanan.

"Seperti yang kita lihat produksi minyak lebih tinggi dari (nonOPEC) Rusia, Irak dan yang paling penting Arab Saudi. Kita cenderung melihat tekanan lanjutan dari harga minyak yang dihasilkan rendah. Hal ini akan memengaruhi produsen Shale, karena itu merupakan peningkatan investasi baru di sektor ini. Ini akan mendukung harga dalam jangka menengah," kata Shah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
7 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
17 menit yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
19 menit yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
37 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved