Rupiah Masih Melemah, IHSG Betah di Zona Merah
Kamis, 10 Desember 2015 - 12:28 WIB
Rupiah Masih Melemah, IHSG Betah di Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini masih lemas di tengahnya melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Rupiah berdasarkan data Bloomberg siang ini semakin terpuruk, berada pada posisi Rp13.958/USD. Posisi tersebut merosot 65 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.860/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.958/USD. Posisi ini anjlok 101 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.853/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.764/USD, dengan kisaran harian Rp13.711-Rp14.007/USD. Posisi tersebut membaik dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.965/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.844/USD. Posisi itu membaik dari posisi sebelumnya di level Rp13.983/USD.
Sementara, IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup masih melemah, turun 4,96 poin atau 0,11% ke level 4.459,22 di tengah mayoritas melemahnya bursa Asia. IHSG pagi tadi dibuka melemah 22,15 poin atau 0,50% ke level 4.442,02.
Sektor saham hari ini variatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor pertambangan 1,07%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi adalah sektor aneka industri, naik 1,47%.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp326 miliar dengan 474 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp22,26 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp142,77 miliar dan aksi beli Rp120,50 miliar. Tercatat 83 saham menguat, 91 saham melemah dan 27 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT First Media Tbk (KBLV), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (NIK), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Sementara, saham-saham yang melemah, di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM).
Baca:
Euro Perkasa, Rupiah Dibuka Dekati Rp14.000/USD
IHSG Dibuka Tergelincir Ikuti Bursa Asia
Rupiah berdasarkan data Bloomberg siang ini semakin terpuruk, berada pada posisi Rp13.958/USD. Posisi tersebut merosot 65 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.860/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.958/USD. Posisi ini anjlok 101 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.853/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.764/USD, dengan kisaran harian Rp13.711-Rp14.007/USD. Posisi tersebut membaik dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.965/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.844/USD. Posisi itu membaik dari posisi sebelumnya di level Rp13.983/USD.
Sementara, IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup masih melemah, turun 4,96 poin atau 0,11% ke level 4.459,22 di tengah mayoritas melemahnya bursa Asia. IHSG pagi tadi dibuka melemah 22,15 poin atau 0,50% ke level 4.442,02.
Sektor saham hari ini variatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor pertambangan 1,07%. Sementara, sektor yang menguat tertinggi adalah sektor aneka industri, naik 1,47%.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp326 miliar dengan 474 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp22,26 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp142,77 miliar dan aksi beli Rp120,50 miliar. Tercatat 83 saham menguat, 91 saham melemah dan 27 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT First Media Tbk (KBLV), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (NIK), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Sementara, saham-saham yang melemah, di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM).
Baca:
Euro Perkasa, Rupiah Dibuka Dekati Rp14.000/USD
IHSG Dibuka Tergelincir Ikuti Bursa Asia
(izz)
Lihat Juga :