IHSG Akhir Pekan Ditutup Anjlok 72,69 poin
Jum'at, 11 Desember 2015 - 16:45 WIB
IHSG Akhir Pekan Ditutup Anjlok 72,69 poin
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup memerah mengikuti bursa Asia yang belum juga menguat. IHSG turun 72,69 poin atau 1.63% ke level 4.393,52.
IHSG sempat naik tipis saat pagi tadi dibuka yakni 5,57 poin atau 0,16% ke level 4.471,36, namun pada sesi I IHSG berbalik melemah, turun 43,27 poin atau 0,97% ke level 4.422,94 . Sementara Kamis kemarin, IHSG ditutup menghijau atau naik tipis 2,03 poin atau 0,05% ke level 4.466,21.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/12/2015) saham di bursa Asia mengalami penurunan cukup besar dari pekan-pekan sebelumnya yang dipengaruhi harga minyak dunia yang terus terjun bebas. Yuan China juga masih jatuh akibat kekhawatiran tentang kondisi global.
Pasokan minyak dunia dan pertumbuhan negatif China menekan banyak aset yang masih menanti kenaikan suku bunga (Fed Rate) oleh Bank Sentral Amerika Serikat yang akan diumumkan pekan depan.
"Kenaikan suku bunga bank sentral AS mempunyai dampak besar kepada uang yang mengalir keluar dari pasar termasuk Hong Kong dan China. Ditambah Yuan yang terus terdepresiasi memberikan efek negatif buat saham karena investor tidak yakin tentang restrukturisasi ekonomi China," jelas Kepala Strategis First Shanghai Securities, Linus Yip.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan sedikit sekira 0,6%. Adapun indeks Nikkei menguat 183,93 poin atau 0,97% ke level 19.230,48. Sementara Indeks Straits Times berkurang 13,83 poin atau 0,49% ke level 2.834,63 dan Hang Seng juga melemah 240,56 poin atau 1,11% ke level 21.464,05 serta indeks Shanghai negatif 20,91 poin atau 0,61% ke level 3.455,50.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia sebesar Rp3,53 triliun dengan 5,82 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp330,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,6 triliun dan aksi beli Rp3,29 triliun. Tercatat 76 saham menguat, 192 saham melemah dan 91 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp500 menjadi Rp26.500, AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp125 menjadi Rp6.825 dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang baru saja IPO naik Rp40 menjadi Rp785.
Sedangkan saham-saham yang melemah, di antaranya Gudang Garam Tbk turun Rp1.200 menjadi Rp50.800, Astra International Tbk (ASII) turun Rp325 menjadi Rp5.900 dan Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) turun Rp110 menjadi Rp2.490
IHSG sempat naik tipis saat pagi tadi dibuka yakni 5,57 poin atau 0,16% ke level 4.471,36, namun pada sesi I IHSG berbalik melemah, turun 43,27 poin atau 0,97% ke level 4.422,94 . Sementara Kamis kemarin, IHSG ditutup menghijau atau naik tipis 2,03 poin atau 0,05% ke level 4.466,21.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/12/2015) saham di bursa Asia mengalami penurunan cukup besar dari pekan-pekan sebelumnya yang dipengaruhi harga minyak dunia yang terus terjun bebas. Yuan China juga masih jatuh akibat kekhawatiran tentang kondisi global.
Pasokan minyak dunia dan pertumbuhan negatif China menekan banyak aset yang masih menanti kenaikan suku bunga (Fed Rate) oleh Bank Sentral Amerika Serikat yang akan diumumkan pekan depan.
"Kenaikan suku bunga bank sentral AS mempunyai dampak besar kepada uang yang mengalir keluar dari pasar termasuk Hong Kong dan China. Ditambah Yuan yang terus terdepresiasi memberikan efek negatif buat saham karena investor tidak yakin tentang restrukturisasi ekonomi China," jelas Kepala Strategis First Shanghai Securities, Linus Yip.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan sedikit sekira 0,6%. Adapun indeks Nikkei menguat 183,93 poin atau 0,97% ke level 19.230,48. Sementara Indeks Straits Times berkurang 13,83 poin atau 0,49% ke level 2.834,63 dan Hang Seng juga melemah 240,56 poin atau 1,11% ke level 21.464,05 serta indeks Shanghai negatif 20,91 poin atau 0,61% ke level 3.455,50.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia sebesar Rp3,53 triliun dengan 5,82 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp330,4 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,6 triliun dan aksi beli Rp3,29 triliun. Tercatat 76 saham menguat, 192 saham melemah dan 91 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp500 menjadi Rp26.500, AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp125 menjadi Rp6.825 dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) yang baru saja IPO naik Rp40 menjadi Rp785.
Sedangkan saham-saham yang melemah, di antaranya Gudang Garam Tbk turun Rp1.200 menjadi Rp50.800, Astra International Tbk (ASII) turun Rp325 menjadi Rp5.900 dan Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) turun Rp110 menjadi Rp2.490
(akr)
Lihat Juga :