Pengusaha Bioskop Nasional Tolak Pembukaan Investasi Asing

Jum'at, 11 Desember 2015 - 22:47 WIB
Pengusaha Bioskop Nasional...
Pengusaha Bioskop Nasional Tolak Pembukaan Investasi Asing
A A A
JAKARTA - Rencana BKPM dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membuka investasi asing di sektor usaha bioskop mendapat penolakan keras dari Gabungan Perusahaan Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI). Terlebih, usulan itu belum pernah dibahas dengan pengusaha bioskop nasional.

"Padahal, kamilah yang menjadi pelaku usaha bioskop dan yang akan terkena dampak apabila usulan itu diterima begitu saja," ujar Ketua Umum GPBSI Djonny Syafruddin, dalam siaran persnya kepada Sindonews, Jumat (11/12/2015).

Dia menyatakan, Mempertimbangkan kelangsungan usaha bioskop independen/non-jaringan di Tanah Air, GPBSI tidak sependapat dan menolak keras rencana pencabutan Daftar Negatif Investasi (DNI) bioskop.

"Kami sudah menyampaikan penolakan tersebut sebagai hasil Rapat Kerja Nasional GPBSI kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku penanggung jawab sektor perfilman melalui Direktur Jenderal Kebudayaan, beberapa waktu lalu," kata Djonny.

"Saya menyesalkan berkembangnya wacana pencabutan DNI ini tanpa pernah melibatkan kami sebagai asosiasi perbioskopan. GPBSI belum pernah diajak berdiskusi tentang DNI baik oleh BKPM maupun Bekraf. Kami yakin pencabutan usaha bioskop dari DNI jelas-jelas akan menghantam bioskop independen/non-jaringan," tegasnya.

Djonny mengingatkan pencabutan DNI bioskop membawa ancaman penguasaan sektor perbioskopan nasional oleh pihak asing. Bioskop jaringan, seperti 21 dan Cinemaxx justru akan melihat pembukaan DNI ini sebagai peluang untuk mendapatkan calon pembeli asing.

"Dan kalau itu sudah terjadi, maka bioskop independen akan sendirian menghadapi serbuan bioskop asing dan perlahan pasti akan mati. Kalau
asing sudah menguasai perbioskopan di sini, lantas apa yang bisa kita miliki sebagai putra bangsa?" imbuhnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Survive Saat Pandemi,...
Survive Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan DNI Skin Centre Surabaya
PPKM Sudah Keluar dari...
PPKM Sudah Keluar dari Daftar Negatif buat IHSG
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Jaga Ruang Digital,...
Jaga Ruang Digital, Kominfo ingin Masyarakat Aman dan Bebas dari Konten Negatif
Cek Ricek, Daftar Potensi...
Cek Ricek, Daftar Potensi Penyakit yang Timbul karena Pikiran Negatif
Bareskrim Tangkap DPO...
Bareskrim Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Putra Wibowo
Berita Terkini
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
2 menit yang lalu
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
12 menit yang lalu
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
9 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
10 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
10 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved