Rupiah Diramal Masih Tembus Level Rp14.000/USD
Senin, 14 Desember 2015 - 08:04 WIB
Rupiah Diramal Masih Tembus Level Rp14.000/USD
A
A
A
JAKARTA - Kepala Riset PT MNC Securities Edwin memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih akan melemah hingga di atas Rp14.000/USD.
Edwin memprediksi pergerakan rupiah akan berada di level Rp13.925-Rp14.060/USD. Rekomendasi beli ketika di atas Rp14.010/USD dan jual saat di bawah Rp13.975/USD.
"Pergerakan rupiah sangat besar untuk berpeluang turun," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Senin (14/12/2015).
Dia menjelaskan, masih melemahnya nilai tukar Garuda disebabkan oleh isu kenaikan suku bunga acuan (Fed Rate) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang semakin dekat. Selain itu, adanya data ekonomi yang tidak terlalu baik dari China serta beberapa data ekonomi penting yang akan dirilis oleh Negeri Paman Sam -julukan Amerika Serikat-.
Data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis, yakni consumer price index (CPI) AS yang diperkirakan tumbuh 0,2% (sebelumnya 0.2%).
"Lalu AS empire manufacturing diperkirakan terkontraksi di level -5,25% (sebelumnya -10,74%) dan AS FOMC rate decision atas FFR diperkirakan naik menjadi 0,5% (sebelumnya 0,25%)," pungkasnya.
Edwin memprediksi pergerakan rupiah akan berada di level Rp13.925-Rp14.060/USD. Rekomendasi beli ketika di atas Rp14.010/USD dan jual saat di bawah Rp13.975/USD.
"Pergerakan rupiah sangat besar untuk berpeluang turun," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Senin (14/12/2015).
Dia menjelaskan, masih melemahnya nilai tukar Garuda disebabkan oleh isu kenaikan suku bunga acuan (Fed Rate) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang semakin dekat. Selain itu, adanya data ekonomi yang tidak terlalu baik dari China serta beberapa data ekonomi penting yang akan dirilis oleh Negeri Paman Sam -julukan Amerika Serikat-.
Data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis, yakni consumer price index (CPI) AS yang diperkirakan tumbuh 0,2% (sebelumnya 0.2%).
"Lalu AS empire manufacturing diperkirakan terkontraksi di level -5,25% (sebelumnya -10,74%) dan AS FOMC rate decision atas FFR diperkirakan naik menjadi 0,5% (sebelumnya 0,25%)," pungkasnya.
(akr)