IHSG Ditutup Memerah Ikuti Kejatuhan Saham Asia
Senin, 14 Desember 2015 - 16:41 WIB
IHSG Ditutup Memerah Ikuti Kejatuhan Saham Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (14/12/2015) ditutup memerah mengikuti bursa Asia yang belum juga menguat. IHSG turun 19,33 poin atau 0,44% ke level 4.374,19.
IHSG sempat anjlok pada sesi pembukaan yakni 105,32 poin atau 2,36% ke level 4.360,89, namun pada sesi I IHSG sempat menguat tipis 47,38 poin atau 1,08% ke level 4.346,14. Sementara akhir pekan kemarin, IHSG ditutup turun 72,69 poin atau 1.63% ke level 4.393,52.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/12/2015) saham di bursa Asia masih terpuruk ketika Yuan China melemah akibat harga minyak dunia yang terus turun ke level terendah sejak 2009. Data Bloomberg menunjukkan, siang tadi, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar 35 sen menjadi 35,27 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Kondisi tersebut berdampak kepada melemahnya Yuan kepada dolar Amerika Serikat (USD) dan menjadi yang terburuk sejak Juli 2011 lalu. Terdepresiasi Yuan dalam beberapa pekan terakhir membuat perokonomian China semakin rapuh dari yang diperkirakan sebelumnya.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,3% diikuti Nikkei N225 yang juga merosot 2,1 persen karena jatuhnya harga komoditas dan saham-saham beberapa perusahaan. Sementara Indeks Straits Times berkurang 19,59 poin atau 0,69% ke level 2.815,04 dan Hang Seng juga melemah 154,20 poin atau 0,72% ke level 21.309,85.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia sebesar Rp3,746 triliun dengan 4,31 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp430,684 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,7 triliun dan aksi beli Rp1,3triliun. Tercatat 86 saham menguat, 185 saham melemah dan 70 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp350 menjadi Rp16,500, Astra International Tbk (ASII) naik Rp225 menjadi Rp6,125 dan Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) naik Rp150 menjadi Rp1,550.
IHSG sempat anjlok pada sesi pembukaan yakni 105,32 poin atau 2,36% ke level 4.360,89, namun pada sesi I IHSG sempat menguat tipis 47,38 poin atau 1,08% ke level 4.346,14. Sementara akhir pekan kemarin, IHSG ditutup turun 72,69 poin atau 1.63% ke level 4.393,52.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (14/12/2015) saham di bursa Asia masih terpuruk ketika Yuan China melemah akibat harga minyak dunia yang terus turun ke level terendah sejak 2009. Data Bloomberg menunjukkan, siang tadi, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar 35 sen menjadi 35,27 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Kondisi tersebut berdampak kepada melemahnya Yuan kepada dolar Amerika Serikat (USD) dan menjadi yang terburuk sejak Juli 2011 lalu. Terdepresiasi Yuan dalam beberapa pekan terakhir membuat perokonomian China semakin rapuh dari yang diperkirakan sebelumnya.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,3% diikuti Nikkei N225 yang juga merosot 2,1 persen karena jatuhnya harga komoditas dan saham-saham beberapa perusahaan. Sementara Indeks Straits Times berkurang 19,59 poin atau 0,69% ke level 2.815,04 dan Hang Seng juga melemah 154,20 poin atau 0,72% ke level 21.309,85.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia sebesar Rp3,746 triliun dengan 4,31 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp430,684 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,7 triliun dan aksi beli Rp1,3triliun. Tercatat 86 saham menguat, 185 saham melemah dan 70 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik Rp350 menjadi Rp16,500, Astra International Tbk (ASII) naik Rp225 menjadi Rp6,125 dan Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) naik Rp150 menjadi Rp1,550.
(akr)
Lihat Juga :