BI Minta Masyarakat Disiplin Gunakan Rupiah

Senin, 14 Desember 2015 - 23:25 WIB
BI Minta Masyarakat...
BI Minta Masyarakat Disiplin Gunakan Rupiah
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan, masyarakat Indonesia harus disiplin menggunakan rupiah di dalam negeri. Saat ini, di Indonesia terjadi demand valas (valuta asing) lebih besar daripada suplai sehingga rupiah melemah.

Apalagi dana yang masuk berkurang. Di pasar modal juga sedikit menurun pemasukannya yang berakibat permintaan lebih besar daripada persediaan valas. (Baca: Rupiah Merana Sentuh Rp14.150/USD)

"Transaksi antar penduduk dalam bentuk valas. Tapi kita juga harus disiplin menggunakan rupiah di dalam negeri. Di Indonesia, 70% USD8 miliar itu transaksinya harus dibayarkan dalam bentuk rupiah. Tapi ini malah dalam bentuk valas. Ini yang membuat tekanan," ungkap Agus di Jakarta, Senin (14/12/2015)

Namun saat ini, lanjut dia, ada progres bahwa pemakaian rupiah lebih banyak. Perlu ada keyakinan bahwa banyak yang menggunakan rupiah. Karena rupiah Indonesia sejak 2014 sudah alami banyak depresiasi.

"Rupiah sepanjang 2014 depresiasi 1,8%. Pada 2015 dari Januari sampai 8 Desember 12%. Kalau dibandingkan dengan Malaysia, mereka 21%, kemudian Brazil 42%, Turki 24%. Jadi negara berkembang banyak tekanan ke mata uangnya," beber Agus.

Dia menerangkan, rupiah terjaga di angka 12%, karena koordinasi kebijakan BI dengan pemerintah kian terjaga dengan baik.

"Kami sambut baik selain reformasi struktural juga ada paket Kebijakan I-VII. Survei kami 9 bulan lalu minat investasi dan berusaha turun sekali, sekarang naik sekali. Momentum ini harus kita jaga bersama. Semua negara sedang dalam keadaan tertekan karena rencana kenaikan Fed rate‎," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
27 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
56 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved