IHSG Diprediksi Berpeluang Rebound
Selasa, 15 Desember 2015 - 08:08 WIB
IHSG Diprediksi Berpeluang Rebound
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini peluang rebound IHSG masih terbuka.
"Dengan range pergerakan yang akan berada pada kisaran 4.350-4.465," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/12/2015).
Dia menambahkan sentimen selanjutnya yang akan datang dari dalam negeri ialah neraca perdagangan tahunan dan komposisi import eksport Indonesia bulan November.
"Dengan konsensus defisit dan kembali melambat pada ekspor dan impor. Data tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) juga menjadi fokus investor dalam melihat kekuatan ekonomi AS," sambungnya.
Sementara meski IHSG ditutup melemah -19.33 poin sebesar -0,44% dilevel 4374,19, namun pergerakan IHSG menurutnya cenderung menguat jika dilihat dari harga pembukaan.
Sektor aneka industri rebound setelah mengalamai penurunan tajam sejak pekan lalu saham Astra International Tbk (ASII) memimpin setelah ekspetasi positif pada data penjualan mobil di Indonesia yang akan rilis besok.
IHSG masih terpengaruh sentimen negatif dari global dan aksi tunggu investor terhadap hasil keputusan the Fed (Bank Sentral Amerika Serikat). Akibat kekhawatiran anjloknya harga komoditas pasca kenaikan suku bunga AS (Fed Rate) membuat nilai tukar rupiah jatuh paling dalam di Asia setelah ringgit Malaysia.
"Investor asing pun kembali tercatat net sell Rp467,18 miliar," pungkasnya.
"Dengan range pergerakan yang akan berada pada kisaran 4.350-4.465," ujarnya di Jakarta, Selasa (15/12/2015).
Dia menambahkan sentimen selanjutnya yang akan datang dari dalam negeri ialah neraca perdagangan tahunan dan komposisi import eksport Indonesia bulan November.
"Dengan konsensus defisit dan kembali melambat pada ekspor dan impor. Data tingkat inflasi di Amerika Serikat (AS) juga menjadi fokus investor dalam melihat kekuatan ekonomi AS," sambungnya.
Sementara meski IHSG ditutup melemah -19.33 poin sebesar -0,44% dilevel 4374,19, namun pergerakan IHSG menurutnya cenderung menguat jika dilihat dari harga pembukaan.
Sektor aneka industri rebound setelah mengalamai penurunan tajam sejak pekan lalu saham Astra International Tbk (ASII) memimpin setelah ekspetasi positif pada data penjualan mobil di Indonesia yang akan rilis besok.
IHSG masih terpengaruh sentimen negatif dari global dan aksi tunggu investor terhadap hasil keputusan the Fed (Bank Sentral Amerika Serikat). Akibat kekhawatiran anjloknya harga komoditas pasca kenaikan suku bunga AS (Fed Rate) membuat nilai tukar rupiah jatuh paling dalam di Asia setelah ringgit Malaysia.
"Investor asing pun kembali tercatat net sell Rp467,18 miliar," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :