Pasar Saham Asia Hati-hati, IHSG Dibuka Melemah
Selasa, 15 Desember 2015 - 09:12 WIB
Pasar Saham Asia Hati-hati, IHSG Dibuka Melemah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah ketika bursa Asia masih berhati-hati. IHSG turun 23,42 poin atau 0,53% ke level 4.370,10
IHSG pada perdagangan Senin, awal pekan kemarin ditutup turun di tengah melemahnya bursa utama Asia. IHSG turun 19,33 poin atau 0,44% ke level 4.374,19.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (15/12/2015) saham di bursa Asia hari ini cenderung berhati-hati karena investor enggan untuk melakukan pergerakan di tengah ketidakstabilan harga minyak mentah. Ditambah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) masih belum mengumumkan kenaikan suku bunga mereka menjelang digelarnyaFOMC meeting pada 16-17 Desember 2015.
Pelaku pasar juga masih fokus memperhatikan langkah kebijakan Bank Rakyat Cina (PBOC) untuk memperkuat Yuan setelah masuk mata uang Internasional. Sementara itu bursa Asia masih meneruskan tren negatif, ketika Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1% sedangkan indeks Nikkei 225 tergelincir sekitar 0.3%.
Indeks Jepang Topix turun 0,1%, indeks Korea Selatan Kospi naik 0,4% dan indeks Australia S&P/ASX 200 naik 0,2%, serta indeks Selandia Baru S&P/NZX 50 sedikit berubah. Sementara itu, bursa AS justru menguat di akhir perdagangan seiring rebound-nya harga minyak mentah ketika adanya pelemahan saham-saham komoditas sebelum penaikan suku bunga AS oleh The Fed.
Indeks S&P 500 ditutup naik 0,5% ke level 2.021,94, Dow Jones Industrial Average naik 103,29 poin atau 0,6% ke level 17.368,5, dan Nasdaq Composite Index naik 0,4%.
"Kebanyakan investor biasanya akan melakukan pembelian mata uang menjelan kenaikan suku bunga, tapi dalam kasus Fed keputusan mereka akan menimbulkan kerugian yang lebih besar," jelas Manajer FX strategy, Kathy Lien.
IHSG pada perdagangan Senin, awal pekan kemarin ditutup turun di tengah melemahnya bursa utama Asia. IHSG turun 19,33 poin atau 0,44% ke level 4.374,19.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (15/12/2015) saham di bursa Asia hari ini cenderung berhati-hati karena investor enggan untuk melakukan pergerakan di tengah ketidakstabilan harga minyak mentah. Ditambah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) masih belum mengumumkan kenaikan suku bunga mereka menjelang digelarnyaFOMC meeting pada 16-17 Desember 2015.
Pelaku pasar juga masih fokus memperhatikan langkah kebijakan Bank Rakyat Cina (PBOC) untuk memperkuat Yuan setelah masuk mata uang Internasional. Sementara itu bursa Asia masih meneruskan tren negatif, ketika Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1% sedangkan indeks Nikkei 225 tergelincir sekitar 0.3%.
Indeks Jepang Topix turun 0,1%, indeks Korea Selatan Kospi naik 0,4% dan indeks Australia S&P/ASX 200 naik 0,2%, serta indeks Selandia Baru S&P/NZX 50 sedikit berubah. Sementara itu, bursa AS justru menguat di akhir perdagangan seiring rebound-nya harga minyak mentah ketika adanya pelemahan saham-saham komoditas sebelum penaikan suku bunga AS oleh The Fed.
Indeks S&P 500 ditutup naik 0,5% ke level 2.021,94, Dow Jones Industrial Average naik 103,29 poin atau 0,6% ke level 17.368,5, dan Nasdaq Composite Index naik 0,4%.
"Kebanyakan investor biasanya akan melakukan pembelian mata uang menjelan kenaikan suku bunga, tapi dalam kasus Fed keputusan mereka akan menimbulkan kerugian yang lebih besar," jelas Manajer FX strategy, Kathy Lien.
(akr)
Lihat Juga :