Anwar Nasution: Ekonomi RI Kini Sama dengan Zaman VOC

Kamis, 17 Desember 2015 - 11:16 WIB
Anwar Nasution: Ekonomi...
Anwar Nasution: Ekonomi RI Kini Sama dengan Zaman VOC
A A A
JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Anwar Nasution menilai, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak berbeda jauh dengan‎ zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Belanda puluhan tahun silam.

Akibatnya, gejolak yang terjadi pada perekonomian global sangat memengaruhi perekonomian Indonesia. Menurutnya, Indonesia saat ini tengah menghadapi tiga gejolak perekonomian global. Pertama, penurunan jumlah permintaan dan tingkat harga komoditi primer sejak 2010, baik hasil perkebunan maupun pertambangan.

"Ini akibat dari kemerosotan ekonomi China dan India yang merupakan pangsa pasar utama ekspor bahan mentah kita," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Kedua, ketidakpastian berakhirnya kebijakan moneter di negara maju berupa quantitative easing (QE), terutama di Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan Jepang.

‎Berakhirnya QE membuat bunga pinjaman luar negeri semakin mahal, karena kombinasi antara kenaikan tingkat suku bunga dan penguatan kurs dolar Amerika Serikat (USD).

"Selain itu, adanya bencana alam el nino yang menyebabkan kebakaran hutan di seluruh wilayah Indonesia. Akibatnya bahan makanan banyak yang impor karena gagal panen," imbuh dia.

Anwar mengatakan, gejolak eksternal tersebut sangat memengaruhi kondisi perekonomian Indonesia karena porsi pendapatan nasional baik dari penerimaan ekspor maupun penerimaan negara lainnya masih bertumpu pada sektor primer, seperti pertanian rakyat, perkebunan, pertambangan dan perikanan.

"‎Ekonomi kita enggak beda dengan jaman VOC. Tergantung pada perkebunan, perikanan rakyat. Kalau cuma menghasilkan sawit, bikin CPO diolah di sana enggak bisa kaya," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved