Rupiah Ditutup Masih Betah di Atas Rp14.000/USD, Euro Merosot
Kamis, 17 Desember 2015 - 17:13 WIB
Rupiah Ditutup Masih Betah di Atas Rp14.000/USD, Euro Merosot
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini, Kamis (17/12/2015) ditutup menguat ketika USD tetap melonjak dan euro masih tertekan. Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (Fed Rate) sebesar 0,25% oleh The Fed disambut positif oleh rupiah sepanjang hari ini.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah ditutup pada posisi Rp14.035/USD dengan kisaran harian Rp13.885 - Rp14.050/USD. Posisi tersebut menguat 30 poin dibanding posisi sebelumnya Rp14.065/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg diakhiri pada level Rp14.008/USD. Posisi itu melonjak naik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp14.070/USD. Sedangkan menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah ditutup pada level Rp14.070/USD dimana posisi ini lebih buruk dari sebelumnya di posisi Rp14.045/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.028/USD. Posisi ini menguat 22 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp14.050/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, euro terhadap USD hari ini turun menjadi 1.0852 setelah sempat merosot pada level 1.1000. Dan USD menguat terhadap yen menjadi 122.47 dan juga melanjutkan tren positif naik 0,9% ke 98.794 terhadap beberapa mata uang utama.
Ahli strategi mata uang Westpac Richard Franulovich menerangkan bahwa secara historis dolar AS (USD) cenderung melunak pada awal pengetatan yang dilakukan Fed. Namun dia meragukan bahwa kebijakan bank sentral akan berpengaruh besar kepada USD. "Kita harus melihat kembalinya tren kenaikan USD secara jangka panjang di 2016, mendatang," tandasnya.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah ditutup pada posisi Rp14.035/USD dengan kisaran harian Rp13.885 - Rp14.050/USD. Posisi tersebut menguat 30 poin dibanding posisi sebelumnya Rp14.065/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg diakhiri pada level Rp14.008/USD. Posisi itu melonjak naik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp14.070/USD. Sedangkan menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah ditutup pada level Rp14.070/USD dimana posisi ini lebih buruk dari sebelumnya di posisi Rp14.045/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp14.028/USD. Posisi ini menguat 22 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp14.050/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, euro terhadap USD hari ini turun menjadi 1.0852 setelah sempat merosot pada level 1.1000. Dan USD menguat terhadap yen menjadi 122.47 dan juga melanjutkan tren positif naik 0,9% ke 98.794 terhadap beberapa mata uang utama.
Ahli strategi mata uang Westpac Richard Franulovich menerangkan bahwa secara historis dolar AS (USD) cenderung melunak pada awal pengetatan yang dilakukan Fed. Namun dia meragukan bahwa kebijakan bank sentral akan berpengaruh besar kepada USD. "Kita harus melihat kembalinya tren kenaikan USD secara jangka panjang di 2016, mendatang," tandasnya.
(akr)