Rupiah Terancam Tertekan Penguatan USD
Jum'at, 18 Desember 2015 - 08:22 WIB
Rupiah Terancam Tertekan Penguatan USD
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diperkirakan masih mengalami kenaikan asalkan pelaku pasar tidak switching signifikan pada USD yang sedang menguat tersebut. Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menjelaskan laju USD sempat melemah pada perdagangan valas di pasar uang Asia.
Namun kini terpantau kembali USD menguat terhadap sejumlah mata uang di pasar spot global. "Untuk itu, tetap cermati imbas kembali positifnya laju USD terhadap laju rupiah nantinya," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/12/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.015-Rp14.050/USD. Meski The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) telah memberikan kepastian akan kenaikan Fed rate nya, namun ternyata tidak berdampak positif signifikan pada pergerakan nilai tukar USD.
"Dimana cenderung mengalami pelemahan dibandingkan pergerakan mata uang lainnya," sambungnya.
Adanya ketidakpastian yang sebelumnya menyelimuti pergerakan mata uang global kini mulai mereda. Pelaku pasarpun memilih mentransaksikan beberapa mata uang yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi antara lain CNY, JPY, INR, KRW, dan beberapa mata uang lainnya.
"Dengan kondisi tersebut dimanfaatkan oleh rupiah untuk kembali bertahan di zona hijaunya. Apalagi BI rate diperkirakan akan tetap sehingga tidak terlalu menganggu laju rupiah," pungkasnya.
Namun kini terpantau kembali USD menguat terhadap sejumlah mata uang di pasar spot global. "Untuk itu, tetap cermati imbas kembali positifnya laju USD terhadap laju rupiah nantinya," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/12/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp14.015-Rp14.050/USD. Meski The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) telah memberikan kepastian akan kenaikan Fed rate nya, namun ternyata tidak berdampak positif signifikan pada pergerakan nilai tukar USD.
"Dimana cenderung mengalami pelemahan dibandingkan pergerakan mata uang lainnya," sambungnya.
Adanya ketidakpastian yang sebelumnya menyelimuti pergerakan mata uang global kini mulai mereda. Pelaku pasarpun memilih mentransaksikan beberapa mata uang yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi antara lain CNY, JPY, INR, KRW, dan beberapa mata uang lainnya.
"Dengan kondisi tersebut dimanfaatkan oleh rupiah untuk kembali bertahan di zona hijaunya. Apalagi BI rate diperkirakan akan tetap sehingga tidak terlalu menganggu laju rupiah," pungkasnya.
(akr)