IHSG Dibuka Memerah Ikuti Kejatuhan Bursa Asia
Jum'at, 18 Desember 2015 - 09:35 WIB
IHSG Dibuka Memerah Ikuti Kejatuhan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka memerah setelah sempat mengalami penguatan sebelumnya, di tengah kejatuhan bursa utama Asia. IHSG turun 45,63 poin atau 1,00% ke level 4.510,33.
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menghijau dan sempat sukses menjaga tren positif sepanjang hari hingga berada pada posisi 4.555,96 naik 72,51 poin atau 1,62% ke level pada penutupan.
Seperti dilansir dari Reuters, Jumat (18/12/2015) saham Asia merosot mengikuti Wall Street yang tergelincir, meski masih berada di jalur positif dalam satu pekan terakhir ditandai Yuan depresiasi di China dan kenaikan suku bunga AS (fed rate) untuk pertama kalinya dalam satu dekade.
Sementara itu bank sentral Taiwan telah memotong buka acuan mereka untuk kedua kalinya tahun ini, dengan harapan kebijakan moneter ini dapat membuat kondisi lebih longgar. "Dinamika kondisi global makro di awali kenaikan fed rate mulai dialami seluruh dunia. Sebagai akibatnya kita bisa melihat Taiwan telah memangkas bunga acuan mereka," jelas Analisis Market IG Angus Nicholson di Melbourne.
Penurunan bursa Asia dibarengi pelemahan yang terjadi pada Yuan terhadap USD dalam 10 sesi kemarin. Sedangkan Wall Street juga terkulai terseret harga minyak dunia yang terus merosot. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang juga mengalami penurunan 0,4% dalam perdagangan awal hari ini, meski selama satu pekan terakhir naik 1,5%.
Adapun indeks Nikkei 225 turun 95,50 poin atau 0,49% ke level 19.258,06 dan indeks Hang Seng turun 70,89 poin atau 0,32% ke posisi 21.801,17. Pelemahan dialami juga oleh Indeks Straits Times sebesar 13,97 poin atau 0,49% ke level 2.847,21.
Penguatan hanya terjadi di indeks Shanghai naik 5,88 poin atau 0,16% ke posisi 3.585,88. Sementara pada perdagangan dalam negeri sektor saham mayoritas melemah. Sektor yang paling terhantam adalah aneka industri yang turun 2,19% diikuti keuangan sebesar 1,66%.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp22 miliar dengan 6 juta saham dan transaksi bersih asing minus Rp6,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp16,6 miliar dan aksi Rp10,4 miliar. Tercatat 1 saham menguat, 37 saham melemah dan 7 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) naik Rp25 menjadi Rp7.200, Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik Rp20 menjadi Rp870 dan Visi Media Asia Tbk (VIVA) naik Rp20 menjadi Rp263.
Sementara saham-saham yang melemah di antaranya Matahari Department Store Tbk (LPFF) turun Rp275 menjadi Rp17.600, Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) turun Rp250 menjadi Rp10.550 dan Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun Rp200 menjadi Rp12.500.
IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menghijau dan sempat sukses menjaga tren positif sepanjang hari hingga berada pada posisi 4.555,96 naik 72,51 poin atau 1,62% ke level pada penutupan.
Seperti dilansir dari Reuters, Jumat (18/12/2015) saham Asia merosot mengikuti Wall Street yang tergelincir, meski masih berada di jalur positif dalam satu pekan terakhir ditandai Yuan depresiasi di China dan kenaikan suku bunga AS (fed rate) untuk pertama kalinya dalam satu dekade.
Sementara itu bank sentral Taiwan telah memotong buka acuan mereka untuk kedua kalinya tahun ini, dengan harapan kebijakan moneter ini dapat membuat kondisi lebih longgar. "Dinamika kondisi global makro di awali kenaikan fed rate mulai dialami seluruh dunia. Sebagai akibatnya kita bisa melihat Taiwan telah memangkas bunga acuan mereka," jelas Analisis Market IG Angus Nicholson di Melbourne.
Penurunan bursa Asia dibarengi pelemahan yang terjadi pada Yuan terhadap USD dalam 10 sesi kemarin. Sedangkan Wall Street juga terkulai terseret harga minyak dunia yang terus merosot. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang juga mengalami penurunan 0,4% dalam perdagangan awal hari ini, meski selama satu pekan terakhir naik 1,5%.
Adapun indeks Nikkei 225 turun 95,50 poin atau 0,49% ke level 19.258,06 dan indeks Hang Seng turun 70,89 poin atau 0,32% ke posisi 21.801,17. Pelemahan dialami juga oleh Indeks Straits Times sebesar 13,97 poin atau 0,49% ke level 2.847,21.
Penguatan hanya terjadi di indeks Shanghai naik 5,88 poin atau 0,16% ke posisi 3.585,88. Sementara pada perdagangan dalam negeri sektor saham mayoritas melemah. Sektor yang paling terhantam adalah aneka industri yang turun 2,19% diikuti keuangan sebesar 1,66%.
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp22 miliar dengan 6 juta saham dan transaksi bersih asing minus Rp6,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp16,6 miliar dan aksi Rp10,4 miliar. Tercatat 1 saham menguat, 37 saham melemah dan 7 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) naik Rp25 menjadi Rp7.200, Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik Rp20 menjadi Rp870 dan Visi Media Asia Tbk (VIVA) naik Rp20 menjadi Rp263.
Sementara saham-saham yang melemah di antaranya Matahari Department Store Tbk (LPFF) turun Rp275 menjadi Rp17.600, Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) turun Rp250 menjadi Rp10.550 dan Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun Rp200 menjadi Rp12.500.
(akr)
Lihat Juga :