Gappri: Peraturaan Tembakau Lokal 80% Sulitkan Industri

Sabtu, 19 Desember 2015 - 14:42 WIB
Gappri: Peraturaan Tembakau...
Gappri: Peraturaan Tembakau Lokal 80% Sulitkan Industri
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri), Hasan Aoni Aziz menyatakan, peraturan penggunaan tembakau lokal sebanyak 80% tidak bisa serta merta dilaksanakan. Ada dua hal yang perlu dipikirkan sebelum peraturan tersebut dilaksanakan.

"Kita harus melihat dari dua segi, kuantitas dan varitas. Dari segi kuantitas saat ini industri membutuhkan lebih dari 300 ribu ton tembakau setiap tahun, sedangkan produksi lokal hanya mampu menghasilkan sekitar kurang dari 200 ribu ton," ujarnya.

Belum lagi dari keragaman varitas yang dihasilkan di negeri ini. Dia mencontohkan varitas tembakau Virginia yang hanya bisa dihasilkan di daerah tertentu di Indonesia. Hal ini membuat industri tidak memiliki pilihan lain selain mengimpor jenis ini.

Hasan juga menyayangkan peraturan yang mewajibkan industri untuk membayar cukai sebanyak tiga kali lipat jika produknya menggunakan tembakau impor dan pengenaan bea masuk sebesar 60% untuk impor tembakau, ini akan menyebabkan industri mengalami kesulitan secara ekonomi.

"Peraturan ini akan membuat industri yang sudah berjalan baik mengalami kesulitan, yang akan bisa bertahan hanya pabrikan besar. Ini implikasinya banyak," tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian melalui Direktur Industri Minuman dan Tembakau Faiz Ahmad mengatakan, saat ini 40% tembakau di Indonesia masih impor. Hasil produksi tembakau di Indonesia sekitar 180 ribu sampai 190 ribu ton per tahun, sedangkan yang dibutuhkan mencapai 330 ribu ton per tahun.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Didominasi Perempuan,...
Didominasi Perempuan, Pekerja di Industri Hasil Tembakau Mayoritas Jadi Tulang Punggung Keluarga
Cerita Paino, Kesejahteraan...
Cerita Paino, Kesejahteraan Meningkat hingga Kuliahkan Anak Berkat Bertani Tembakau
Festival Industri Tembakau...
Festival Industri Tembakau Garut 2020 Pacu Pemasaran Produk Hasil Tembakau
Warga Jember Tolak Hari...
Warga Jember Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Produk HPTL Meningkat,...
Produk HPTL Meningkat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kajian Ilmiah
Berperan pada Program...
Berperan pada Program Asta Cita, Pemerintah Diminta Lindungi IHT
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
9 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
9 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
11 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
11 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
12 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
13 jam yang lalu
Infografis
7 Ikan Lokal Proteinnya...
7 Ikan Lokal Proteinnya Lebih Tinggi Dibanding Ikan Salmon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved