Masalah Go-Jek, Jokowi Diminta Tak Kambinghitamkan Menhub

Minggu, 20 Desember 2015 - 20:58 WIB
Masalah Go-Jek, Jokowi...
Masalah Go-Jek, Jokowi Diminta Tak Kambinghitamkan Menhub
A A A
JAKARTA - Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak mengkambinghitamkan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan atas larangan peredaran ojek berbasis daring (online) di Indonesia.

Pasalnya, Jonan yang baru satu hari mengeluarkan peraturan larangan peredaran Go‎-Jek Dkk diminta untuk mencabut kembali peraturan tersebut, dengan alasan ojek telah menjadi kebutuhan masyarakat. Padahal, mantan Bos KAI tersebut hanya menjalankan Undang-undang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ)

"Jonan sudah jatuh tertimpa tangga pula. Ditabok lagi. Paginya bikin peraturan, siangnya dicabut," katanya di Jakarta, Minggu (20/12/2015).

Menurutnya, persepsi Presiden Jokowi dan menterinya dalam Kabinet Kerja seharusnya satu irama. Namun, Jokowi justru menyalahkan peraturan tersebut dengan alasan peraturan dibuat tidak untuk menjegal inovasi anak muda.

"Jokowinya enggak tanggung jawab. Harusnya kan satu nada, satu irama. Jangan mengkambinghitamkan menteri. Perbuatan menteri itu kan sama saja perbuatan Jokowi. Enggak ada menterinya jalan, Jokowi nya enggak jalan," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan dalam membuat aturan tidak justru mengekang inovasi anak muda yang menjalankan bisnis startup (pemula). Hal ini menanggapi larangan peredaran ojek berbasis daring (online) yang dikeluarkan mantan Bos KAI tersebut.

Menurut Jokowi, hadirnya layanan ojek aplikasi tersebut adalah sebuah ide generasi muda yang ingin memperbaharui basis transportasi di Tanah Air. Oleh sebab itu, peraturan yang dibuat jangan justru mengekang inovasi tersebut.

"Itukan aplikasi anak-anak muda yang ingin memperbaharui, inovasi sebuah ide, jadi jangan sampai juga mengekang inovasi," katanya di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/12/2015).

Mantan Walikota Solo ini menambahkan, seharusnya Kementerian Perhubungan justru melakukan penataan agar keselamatan penumpang bisa terjaga. Bukan justru melarang peredaran ojek online yang dibutuhkan masyarakat.

"‎Harusnya ada penataan yang bisa dari Dishub, Kemenhub, pembinaan menata sehingga apa keselamatan dari penumpang juga bisa dijaga, saya nanti siang akan bisa panggil menhub," tandasnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Kemenhub Hentikan Sementara...
Kemenhub Hentikan Sementara Layanan Transportasi di Bali Saat Hari Raya Nyepi
Direktorat Jenderal...
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Tegaskan Keselamatan Bersepeda
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Bertemu Dubes UEA, Menhub...
Bertemu Dubes UEA, Menhub Bahas Kelanjutan Kerja Sama Transportasi
Kampanye Angkutan Umum,...
Kampanye Angkutan Umum, Pemerintah Gandeng Operator dan Ahli Transportasi
Berita Terkini
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
17 menit yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
34 menit yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
41 menit yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
1 jam yang lalu
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
1 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved