Sudirman Beberkan Penggunaan Dana Ketahanan Energi

Sabtu, 26 Desember 2015 - 14:23 WIB
Sudirman Beberkan Penggunaan...
Sudirman Beberkan Penggunaan Dana Ketahanan Energi
A A A
JAKARTA - Pemerintah lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menarik pungutan dari masyarakat untuk dana ketahanan energi. Dana tersebut diambil dari penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar masing-masing Rp200/liter dan Rp300/liter.

Pasalnya, pemungutan dana ketahanan energi ini amanat dari UU No 30 tahun 2007 tentang Energi. Lantas, sebenarnya untuk apa pemerintah mengais dana tersebut dari masyarakat? (Baca: Yusril: Pungutan Dana Ketahan Energi Langgar Aturan)

Menteri‎ ESDM Sudirman Said menuturkan, dari sisi kebutuhan yang paling mendesak disediakan dari dana tersebut adalah stimulus untuk membangun energi baru dan terbarukan. Selain itu, dana stimulus untuk melakukan eksplorasi migas, geothermal, dan batubara.

"Juga dana stimulus untuk melakukan eksplorasi migas, geothermal dan batubara karena investasi untuk eksplorasi sedang mengalami penurunan," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (26/12/2015). (Baca:
Pungutan Dana Ketahanan Energi Harus Transparan
).

Mantan Bos PT Pindad (Persero) ini menambahkan, pihaknya baru akan mengkonsulitasikan‎ mengenai pungutan tersebut kepada Komisi VII DPR pada Januari 2016.

"Kita perlu mengatur secara khusus tata cara pemungutan dan pemanfaatan dana ketahanan energi ini, termasuk prioritas pemanfaatanya. Dalam persidangan Januari nanti kami juga akan konsultasikan kepada Komisi VII DPR RI‎," tandasnya.

Baca Juga:

Tak Ada Dasar Hukum, Pungutan Dana Ketahanan Energi Rawan Korupsi

Pungut Dana Ketahanan Energi, Pemerintah Diminta Jalankan Ini

Pemerintah Didesak Buat Aturan Jelas Soal Dana Ketahanan Energi

Harga Premium Resmi Turun Jadi Rp7.150/Liter, Solar Rp5.950
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mendesak Reformasi Subsidi...
Mendesak Reformasi Subsidi Energi
Pakar Sebut Kenaikan...
Pakar Sebut Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Wajar Terjadi di Tengah Krisis Energi Global
Cadangan BBM RI Lebih...
Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang
Subsidi Energi Harus...
Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran
Pemerintah Bocorkan...
Pemerintah Bocorkan Soal Potensi Harga BBM Naik per 1 Juli Nanti
Pertamina Komitmen Dekatkan...
Pertamina Komitmen Dekatkan Energi ke Masyarakat
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved