Pengusaha Keluhkan Layanan Pelindo III

Sabtu, 26 Desember 2015 - 16:31 WIB
Pengusaha Keluhkan Layanan...
Pengusaha Keluhkan Layanan Pelindo III
A A A
SURABAYA - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur (Jatim) menerima banyak keluhan dari pengusaha pelayaran. Keluhan tersebut berasal dari layanan PT Pelindo III yang dianggap hanya mengejar provit semata, dan kebijakan Direktorat Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) dianggap menguntungkan pemodal.

Ketua Komite Tetap bidang Ekonomi Kadin Jatim Lukman Ladjoni mengatakan, dari pantauan Kadin Jatim justru Badan Otoritas Pelabuhan (BOP) juga tidak berkutik akibat kekuasaan PT Pelindo III.
"Aneh, Pelindo itu seharusnya menjadi pelayanan, tetapi yang terjadi justru provit oriented," kata Ladjoni, di Surabaya, Sabtu (26/12/2015).

Dia menjelaskan, banyaknya keluhan itu dipicu karena Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan bertindak semena-mena. Banyak kebijakkan yang justru dianggap nyleneh.

Banyak pemegang kebijakan yang menjalankan tugas dengan benar malah diberi sanksi. Namuan, beberapa pemegang kebijakkan yang kerap mencari keuntungan dari situasi justru dipertahan di sejumlah lembaga yang dinaunginya.

Contohnya, kata Ladjoni adalah proses mutasi terhadap Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik Kapten Dahlan oleh Kementerian Perhubungan. Dia mengaku mendapat informasi bahwa pergantian di tengah moncernya prestasi KSOP Gresik membuat suasana di internal bertanya-tanya, terlebih yang bersangkutan dipindah ke KSOP di Lheuksumawe.

"Padahal, KSOP Gresik selalu on the track dan hasilnya sangat dirasakan pengguna jasa pelayaran," jelas Ladjoni.

Salah satu kebijakannya, yakni berani menghentikan proses reklamasi laut yang dilakukan salah satu perusahaan swasta untuk pembangunan pelabuhan karena belum memperoleh izin.

Bahkan, ada perusahaan swasta yang tidak membayar sewa. Namun, Kapten Dahlan justru diberi sanksi dari jabatannya dan akan dipindah di Lokshumawe.

"Sikap itu menjalankan instruksi dari menteri jika ada yang melanggar langsung sikat. Dan ketika instruksi itu di jalan malah berujung tidak baik. Mereka takut kalu berbuat benar malah dipindah. Kalau membuat aturan yang mencari profit, justru dipertahankan," terang dia.

Seharusnya, perhubungan laut mendukung aturan yang benar. Karena Presiden sudah mengatakan harus sesuai aturan demi slogan poros maritim.

"Kalau semua pemangku kepentingan diatur pengusaha, apa jadinya. Ya paling tidak harus ada tim investigasi agar tidak asal copot saja," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelindo III Catat Pertumbuhan...
Pelindo III Catat Pertumbuhan Positif Arus Kapal dan Barang
Pelindo III Siap Melangkah...
Pelindo III Siap Melangkah Bersama Pelindo
Boy Robyanto Menjadi...
Boy Robyanto Menjadi Nakhoda Baru Pelindo III
Webminar Diikuti Peserta...
Webminar Diikuti Peserta Karyawan Terbanyak, Pelindo III Sabet Rekor Muri
Erick Thohir Rombak...
Erick Thohir Rombak Direksi Pelindo I hingga IV, Ada Apa?
Banyak SDM Kurang Tahan...
Banyak SDM Kurang Tahan Tekanan di Dunia Kerja, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
19 menit yang lalu
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
46 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
58 menit yang lalu
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
1 jam yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
2 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved