IHSG Dibuka Memerah di Awal Pekan, Bursa Asia Menguat
Senin, 28 Desember 2015 - 09:37 WIB
IHSG Dibuka Memerah di Awal Pekan, Bursa Asia Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Senin (28/12/2015) dibuka memerah setelah libur panjang Natal ketika mayoritas bursa Asia cenderung mengalami penguatan. IHSG turun 9,63 poin atau 0,21% ke level 4.513,03.
Sedangkan IHSG pada perdagangan tengah pekan kemarin ditutup cerah naik 5,09 poin atau 0,11% ke level 4.522,65 saat bursa utama Asia melanjutkan tren penguatan.
Seperti dikutip dari Reuters, saham di bursa Asia hari ini dibuka menguat setelah rebound harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir. Investor terlihat menyambut baik liburan Natal baik di Eropa dan juga Amerika Utara.
Sementara Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang cenderung flat ketika indeks kehilangan 11% sepanjang tahun ini. Adapun indeks Nikkei 225 naik 29,71 poin atau 0,16% ke posisi 18.798,77. Kenaikan Nikkei ditopang oleh kebijakan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang memberikan efek positif.
Indeks Hang Seng melemah 82,13 poin atau 0,37% ke level 22.056,00 dan indeks Shanghai bertambah 2,46 poin atau 0,07% ke posisi 3.630,37. Dan Indeks Straits Times juga menghijau di awal pekan sebesar 7,74 poin atau 0,27% ke level 2.885,36.
Analis memperkirakan kondisi ekonomi akan terkena dampak cuaca ketika El Nino diprediksi akan kembali datang di awal tahun depan. "Amerika Serikat mengalami musim dingin dengan cenderung lebih hangat. Fokus kita adalah apakah kegiatan ekonomi pada kuartal pertama akan terpengaruh kondisi cuaca," jelas ahli strategi FX Jepang Shinichiro Kadota di Tokyo.
Sektor saham hari ini mayoritas negatif meski tidak terlalu besar. Sektor yang paling melemah adalah sektor industri dasar yang turun 1,41% diikuti manufaktur sebesar 0,61%. Dan nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp60 miliar dengan 42 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp7,9 miliar.
Aksi jual asing mencapai Rp29,2 miliar dan aksi beli Rp21,2 miliar. Tercatat 47 saham menguat, 27 saham melemah dan 54 saham stagnan. Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp100 menjadi Rp13.275, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp75 menjadi Rp5.725 dan Malindo Feedmill Tbk (MAIN) naik Rp65 menjadi Rp1.400.
Saham-saham yang melemah, di antaranya Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp250 menjadi Rp22.200, Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) turun Rp150 menjadi Rp2.150 dan Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp100 menjadi Rp17.025.
Sedangkan IHSG pada perdagangan tengah pekan kemarin ditutup cerah naik 5,09 poin atau 0,11% ke level 4.522,65 saat bursa utama Asia melanjutkan tren penguatan.
Seperti dikutip dari Reuters, saham di bursa Asia hari ini dibuka menguat setelah rebound harga minyak dunia dalam beberapa hari terakhir. Investor terlihat menyambut baik liburan Natal baik di Eropa dan juga Amerika Utara.
Sementara Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang cenderung flat ketika indeks kehilangan 11% sepanjang tahun ini. Adapun indeks Nikkei 225 naik 29,71 poin atau 0,16% ke posisi 18.798,77. Kenaikan Nikkei ditopang oleh kebijakan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang memberikan efek positif.
Indeks Hang Seng melemah 82,13 poin atau 0,37% ke level 22.056,00 dan indeks Shanghai bertambah 2,46 poin atau 0,07% ke posisi 3.630,37. Dan Indeks Straits Times juga menghijau di awal pekan sebesar 7,74 poin atau 0,27% ke level 2.885,36.
Analis memperkirakan kondisi ekonomi akan terkena dampak cuaca ketika El Nino diprediksi akan kembali datang di awal tahun depan. "Amerika Serikat mengalami musim dingin dengan cenderung lebih hangat. Fokus kita adalah apakah kegiatan ekonomi pada kuartal pertama akan terpengaruh kondisi cuaca," jelas ahli strategi FX Jepang Shinichiro Kadota di Tokyo.
Sektor saham hari ini mayoritas negatif meski tidak terlalu besar. Sektor yang paling melemah adalah sektor industri dasar yang turun 1,41% diikuti manufaktur sebesar 0,61%. Dan nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp60 miliar dengan 42 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp7,9 miliar.
Aksi jual asing mencapai Rp29,2 miliar dan aksi beli Rp21,2 miliar. Tercatat 47 saham menguat, 27 saham melemah dan 54 saham stagnan. Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp100 menjadi Rp13.275, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp75 menjadi Rp5.725 dan Malindo Feedmill Tbk (MAIN) naik Rp65 menjadi Rp1.400.
Saham-saham yang melemah, di antaranya Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp250 menjadi Rp22.200, Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) turun Rp150 menjadi Rp2.150 dan Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp100 menjadi Rp17.025.
(akr)
Lihat Juga :