Tanpa Unsur Ini, YLKI Sebut Pungutan Dana Ketahanan Energi Pungli

Selasa, 29 Desember 2015 - 14:25 WIB
Tanpa Unsur Ini, YLKI...
Tanpa Unsur Ini, YLKI Sebut Pungutan Dana Ketahanan Energi Pungli
A A A
JAKARTA - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, jika dana ketahanan energi belum ada payung hukum dan badan lembaga independen khusus, maka dana tersebut bisa dianggap pungutan liat (Pungli).

Dia menambahkan seharusnya pemerintah membuat payuh hukum yang jelas lebih dulu sebelum mengumumkan soal dana ketahanan energi tersebut. "Ketika pemerintah menerapkan itu, payung hukum dan lembaganya harusnya sudah dibentuk," jelasnya di Jakarta, Selasa (29/12/2015).

"Jika tidak ada, maka itu nanti jatuhnya akan pungli. Seharusnya dibentuk dulu kelembagaan independen, sehingga peruntukannya transaparan dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan lain," sambungnya.

(Baca Juga: Sudirman Said: Dana Ketahanan Energi untuk Generasi Mendatang)

Dilanjutkannya jika masih dipungut pemerintah dan masuk ke dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja. Negara), maka dana tersebut berpeluang akan digunakan untuk kepentingan yang lain, bukan untuk ketahanan energi.

"Saya khawatir dana itu tidak dipakai buat ketahanan energi tapi untuk kepentingan lain yang mungkin tidak ada kaitannya dengan energi bahkan untuk pengembangan lain," katanya.

Menurutnya jika dana tersebut tidak dikelola dengan benar, namun pungutannya berkesinambungan, maka potensi penyalahgunaannya akan sangat besar karena yang menggunakan energi bukan hanya datu atau dua orang melainkan seluruh rakyat Indonesia.

"Kalau itu terus dilakukan tanpa ada lembaga dan payung hukum, jumlahnya besar, potensi penyalahgunaan akan sangat besar. Karena yang butuh dan pakai energi itu seluruh Indonesia," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pungutan Dana Energi...
Pungutan Dana Energi Terbarukan Bisa Mencontoh Negeri Jiran
Jaga Ketahanan Energi...
Jaga Ketahanan Energi Saat Nataru, Elnusa Petrofin Siagakan Armada dan SDM Unggul di Seluruh Wilayah Operasi
Optimalisasi Lahan PLTS,...
Optimalisasi Lahan PLTS, Solar Grazing Jadi Kunci Ketahanan Energi
Ketahanan dan Kemandirian...
Ketahanan dan Kemandirian Energi Nasional Perlu Dioptimalkan
Pemanfaatan Energi Terbarukan...
Pemanfaatan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi untuk Ketahanan Energi Nasional
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi di Indonesia Timur
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
1 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
11 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
11 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
12 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved