Pengembangan Energi Surya di Indonesia Gantungkan Harapan ke RUU EBT

Kamis, 01 Oktober 2020 - 17:09 WIB
loading...
Pengembangan Energi...
Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mengatakan, implementasi pengembangan energi surya di Indonesia sering kali tidak konsisten. Foto/SINDO Photo
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Andhika Prastawa mengatakan, implementasi pengembangan energi surya di Indonesia sering kali tidak konsisten. Padahal, energi surya memiliki potensi paling besar dibandingkan Energi Baru Terbarukan (EBT) lainnya yaitu lebih dari 207,8 GWp tetapi kapasitas terpasang per tahun 2018 masih 90 MWp.

"Ada target, namun implementasinya tidak konsisten. Harapannya dengan Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT) akan memberikan dasar yang kuat sehingga apapun peraturan yang ada di bawah menjadi acuan," ujarnya dalam rapat dengan pendapat dengan komisi VII DPR RI, Kamis (1/10/2020).

(Baca Juga: Perpres EBT Dorong Target Pemenuhan Bauran Energi Nasional )

Menurut dia, adanya UU EBT menjadi lebih pasti dan fokus dalam menjabarkan peraturan tersebut. Di sisi lain, harga energi terbarukan tidak menarik dan dibatasi dengan Biaya Pokok Pembangkitan (BPP) nasional PLN.

"Harga energi terbarukan dianggap masih belum menarik. Memang di lokasi tertentu di luar Jawa masih bersaing tapi jumlah kapasitas yang bisa diserap di luar Jawa lebih kecil daripada di Pulau Jawa sehingga pengembangan EBT khususnya energi surya terasa lambat," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pertaruhan Masa Depan...
Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Rekomendasi
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Berita Terkini
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved