IHSG dan Bursa Asia Ditutup Kompak Menghijau

Selasa, 29 Desember 2015 - 16:11 WIB
IHSG dan Bursa Asia...
IHSG dan Bursa Asia Ditutup Kompak Menghijau
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup di zona hijau di tengah mengikuti jejak mayoritas bursa Asia yang menguat di penutupan, Selasa (29/12/2015). IHSG naik 12,01 poin atau 0,26% ke level 4.569,36.

IHSG pagi tadi dibuka menguat naik 6,00 poin atau 0,13% ke level 4.563,35 dan pada sesi I IHSG masih betah di zona hijau, naik 4,87 poin atau 0,11% ke level 4.562,22. Dan kemarin IHSG ditutup naik 34,70 poin atau 0,77% ke level 4.557,35.

Seperti dikutip dari Reuters, bursa Asia kembali ke jalur positif setelah pasar saham China melemah dalam sebulan terakhir dipengaruhi harga minyak dunia yang masih tertekan karena produksi yang melimpah tidak diimbangi permintaan tinggi. Sementara bursa Eropa cenderung naik seperti FTSE 100 Inggris, CAC Jerman dan DAX Prancis naik 0,6%.

"Pasar Asia terpengaruh harga minyak dan data China dalam beberapa pekan terakhir dan kini mendorong tentatif ke zona hijau. Namun volume perdagangan masih rendah, bahkan melebihi saat pra Natal sehingga sulit untuk memberikan prediksi," jelas Market Analis IG di Melbourne, Angus Nicholson.

Tercatat Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik tipis 0,1%, meski masih pada jalur penurunan sebesar 12% sepanjang 2015. Sedangkan indeks China CSI300 juga membaik 0,7% dan Shanghai Composite Index naik 0,5%. Indeks Nikkei Jepang berhasil bangkit diikuti kenaikan KOSPI Korea Selatan sebesar 0,1%.

Adapun indeks Nikkei 225 naik 108,8 poin atau 0,58% ke posisi 18.982,23 serta indeks Hang Seng menguat 80,00 poin atau 0,36% ke level 21.999.62. Perbaikan juga terjadi pada indeks Shanghai yang naik 29,96 poin atau 0,85% ke level 3.563,74, sementara indeks Straits Times bertambah 13,20 poin atau 0,46% menjadi 2.888,52.

Sektor saham hari ini mayoritas positif dengan hanya dua sektor mengalami tekanan. Sektor yang menguat paling tinggi adalah sektor pertambangan yang naik 1,41%. Sedangkan sektor yang melemah adalah infrastruktur turun 0,77% dan industri dasar turun 0,26%.

Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,4 triliun dengan 9,9 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp248 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp837 miliar dan aksi beli Rp1 triliun. Tercatat 129 saham menguat, 148 saham melemah dan 85 saham stagnan.

Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang garam Tbk (GGRM) naik Rp1050 menjadi Rp54.950, PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) naik Rp110 menjadi Rp3.600 dan PT Astra Graphia Tbk naik Rp100 menjadi Rp1,800.

Saham-saham yang melemah di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp50 menjadi Rp5.100, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun Rp45 menjadi Rp3.715 dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) turun Rp20 menjadi Rp1.135.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
IHSG Punya Kekuatan...
IHSG Punya Kekuatan Sultan, Mendekati Level 6.200
Suku Bunga Acuan BI...
Suku Bunga Acuan BI Bakal Dirilis, Ramalan IHSG Bergerak Terbatas
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
2 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
4 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
6 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
7 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
9 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved