Penguatan Rupiah Diramal Terganjal USD
Rabu, 30 Desember 2015 - 08:08 WIB
Penguatan Rupiah Diramal Terganjal USD
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah menjelang akhir tahun diramal terganjal dengan kembali naiknya laju dolar Amerika Serikat (USD), karena imbas pelemahan harga minyak mentah yang juga berimbas pada penurunan sejumlah harga komoditas.
"Kenyataan yang harus diterima rupiah, potensi laju penguatan jelang akhir tahun terganjal," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (30/12/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada di rentang Rp13.640-Rp13.666/USD.
Reza mengatakan, kembali melemahnya laju harga minyak seperti perkiraan sebelumnya membuat laju USD dapat mengambil kesempatan untuk kembali melanjutkan kenaikan.
"Kenaikan terhadap sejumlah mata uang lainnya, antara lain GBP, JPY, CHF, CNY, dan beberapa lainnya. Laju rupiah yang sebelumnya dapat bertahan dari potensi pelemahan, akhirnya tidak kuat menahan dominasi USD dan berakhir dengan pelemahan," pungkasnya.
"Kenyataan yang harus diterima rupiah, potensi laju penguatan jelang akhir tahun terganjal," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (30/12/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada di rentang Rp13.640-Rp13.666/USD.
Reza mengatakan, kembali melemahnya laju harga minyak seperti perkiraan sebelumnya membuat laju USD dapat mengambil kesempatan untuk kembali melanjutkan kenaikan.
"Kenaikan terhadap sejumlah mata uang lainnya, antara lain GBP, JPY, CHF, CNY, dan beberapa lainnya. Laju rupiah yang sebelumnya dapat bertahan dari potensi pelemahan, akhirnya tidak kuat menahan dominasi USD dan berakhir dengan pelemahan," pungkasnya.
(izz)