Kebijakan Bebas Visa Dinilai Indef Mengancam Pertumbuhan Ekonomi

Jum'at, 01 Januari 2016 - 12:57 WIB
Kebijakan Bebas Visa...
Kebijakan Bebas Visa Dinilai Indef Mengancam Pertumbuhan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman diminta hati-hati mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi sejumlah negara. Seperti diketahui belum lama ini Menko bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli melanjutkan kebijakan tersebut dengan membebaskan visa kepada 84 negara.

(Baca Juga: Rizal Ramli Kembali Bebaskan Visa 84 Negara)

Kebijakan itu merupakan lanjutan dari pemberian bebas visa terhadap 47 negara pada beberapa bulan lalu. Sehingga, total sebanyak 131 negara telah bebas visa. Namun Direktur Eksekutif Institute Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan harus dilihat secara detail apakah bebas visa ini memiliki dampak kepada pertumbuhan ekonomi atau justru malapetaka di Indonesia.

"Sekarang berapa tambahan pariwisata yang masuk dengan adanya kebebasan bebas visa. Itu pun harus dilihat, apa punya dampak terhadap pertumbuhan ekonomi melalui spending dari pariwisata. Apa yang masuk itu betul-betul wisatawan yang berkontribusi terhadap spending, hotel, transportasi dan sebagainya," katanya saat dihubungi Sindonews, Jumat (1/1/2016).

Menurutnya, yang dikhawatirkan adalah orang-orang asing yang masuk ke Tanah Air dengan dalih menggunakan visa wisata, namun justru masuk ke sektor tenaga kerja. Jika begitu, Indonesia akan mendapatkan masalah baru dengan meningkatnya jumlah pengangguran.

"Ini yang akan menambah tingkat pengangguran. Ini yang betul-betul juga harus dievaluasi, apa orang yang masuk lintas negara itu betul-betul wisatawan atau tenaga kerja asing yang masuk. Jadi ini yang juga harus dicermati," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Tumbuh, Wapres...
Ekonomi Tumbuh, Wapres Ingatkan Investasi Harus Bisa Tampung Tenaga Kerja
Kedatangan 500 TKA China...
Kedatangan 500 TKA China ke RI Ditegaskan Sesuai Prosedur
34 TKA China Masuk saat...
34 TKA China Masuk saat PPKM Level 4, DPR Tagih Penjelasan Menkumham
Luhut Tetap Izinkan...
Luhut Tetap Izinkan 500 Pekerja China Masuk RI, Ini Alasannya
TKA Asal China Meninggal,...
TKA Asal China Meninggal, DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemeriksaan
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved