Luhut Tetap Izinkan 500 Pekerja China Masuk RI, Ini Alasannya

Senin, 29 Juni 2020 - 10:06 WIB
loading...
Luhut Tetap Izinkan...
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. FOTO/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan tetap mengizinkan ratusan pekerja dari China masuk ke Indonesia untuk menggarap proyek smelter di Konawe, Sulawesi Tenggara. Pihaknya beralasan proyek tersebut harus tetap jalan karena berpotensi membuka lapangan kerja baru.

"Dia datang 500 orang bukan 5.000 orang dan mereka tinggal hanya enam bulan, ada yang tiga bulan, ada yang satu bulan. Tergantung kealian masing-masing. Ini teknologi transfer wajib hukumnya teknologi transfer," ujar dia, di Jakarta, Senin (29/6/2020).

(BACA JUGA: Luhut Minta Pekerja Asal China Tidak Dipandang Negatif)

Luhut menjamin keberadaan pekerja asing tersebut tidak mengancam nasib pekerja lokal, karena sifatnya hanya sementara waktu tinggal di Indonesia. Pasalnya, kedatangan pekerja dari China sifatnya hanya mentransfer teknologi kepada pekerja di Indonesia.

Namun yang lebih utama bagaimana proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian tersebut menciptakan lapangan pekerjaan. "Langkah tersebut akan melahirkan 250.000 lapangan pekerjaan pada 2024 di Sulteng," jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bahlil mengatakan kedatangan pekerja dari China memiliki kemampuan yang dibutuhkan disamping juga telah melewati proses verifikasi BKPM.

"Tenaga kerja asing yang masuk ini hanyalah orang-orang yang mempunyai keterampilan yang sudah diverifikasi di BKPM karena ada kerja sama antara menteri tenaga kerja, menkumham dan BKPM untuk mengatur prosedur, tata cara tenaga kerja asing masuk ke Indonesia," tandasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PNS China Naik Gaji...
PNS China Naik Gaji di Tahun Baru, Terbesar dalam Satu Dekade
China Menyetujui Rencana...
China Menyetujui Rencana Menaikkan Usia Pensiun Per Januari 2025
Whoosh Masih Pakai Masinis...
Whoosh Masih Pakai Masinis China, Transfer Knowledge Dimulai
Soal Tenaga Kerja Asing...
Soal Tenaga Kerja Asing Mendominasi dalam Proyek Hilirisasi, Luhut: Hanya 10-15%
Pentolan Buruh Kritik...
Pentolan Buruh Kritik soal Bule Jadi Pengawas Proyek IKN
Yusuf Lakaseng: Partai...
Yusuf Lakaseng: Partai Perindo Desak Perbaikan Standar Keselamatan Kerja di Industri Nikel Morowali
Tukang Sapu TKA China...
Tukang Sapu TKA China di PT IMIP Digaji Rp18,7 Juta per Bulan
Dorong Anak Muda Nikah,...
Dorong Anak Muda Nikah, China Beri Voucer Senilai Rp2,3 Juta bagi Pengantin Baru
Kenapa China Disebut...
Kenapa China Disebut Zhonguo?
Rekomendasi
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal di Palu
Syah Afandin Dinonaktifkan...
Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut usai Kena OTT KPK
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Berita Terkini
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
Dukung Sekolah Rakyat,...
Dukung Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
bank bjb Perkuat Literasi...
bank bjb Perkuat Literasi Keuangan dan Kewirausahaan bagi Calon Pensiunan Kementerian Agama
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Infografis
Robot Humanoid China...
Robot Humanoid China Siap Masuk ke Pasar Ritel Global
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved