DPR Minta Pungutan Dana Ketahanan Energi Ditunda Hingga Empat Bulan

Sabtu, 02 Januari 2016 - 15:45 WIB
DPR Minta Pungutan Dana...
DPR Minta Pungutan Dana Ketahanan Energi Ditunda Hingga Empat Bulan
A A A
JAKARTA - Komisi VII DPR RI meminta agar pungutan dana ketahanan energi yang akan dipungut pemerintah mulai 5 Januari 2016 ditunda tiga hingga empat bulan mendatang. Hal ini mengingat keputusan pemerintah untuk memungut dana dari pembelian bahan bakar minyak (BBM) oleh masyarakat ‎tersebut belum atas persetujuan parlemen.

Wakil Komisi VII DPR RI Satya W Yudha mengatakan, pemerintah tidak bisa menganggap persoalan 'sedekah' masyarakat untuk pengembangan energi baru dan terbarukan ini suatu hal yang sederhana. Pemerintah ingin mencatatkan dana ketahanan energi tersebut masuk dalam APBN, namun hingga saat ini antara pemerintah dan DPR belum ada pembahasan.

"Orang sekarang kita membelanjakan pendapatan pajak saja untuk beberapa kementerian itu dibicarakan kok sama DPR. Masa sekarang DKE dicatatkan dalam PNBP, lantas dimasukkan dalam APBN tanpa dibahas dengan DPR," katanya di Jakarta, Sabtu (2/1/2016).

Sebab, sambung Satya, pihaknya harus mengetahui berapa potensi pendapatan dari pungutan dana pengurasan energi fosil tersebut serta peruntukannya. Selain itu, dana ketahanan energi tersebut pun perlu dipertanggungjawabkan pemerintah dalam setiap pembahasan dengan anggota dewan.

"‎Padahal DPR memerlukan sekali berapa potensi pendapatan, dan digunakan untuk apa yang masuk dalam kolom pembelanjaan. Dan nanti akan dipertanggungjawabkan dalam setiap APBN ke APBN. Serapannya bagaimana, apa itu terjadi atau tidak," tuturnya.

Untuk itu, di‎a berpikir bahwa akan lebih baik jika rencana pemungutan dana tersebut ditunda hingga empat bulan mendatang. Dengan begitu, keuangan negara akan lebih terstruktur dan transparan. "Jadi dengan menunda 3-4 bulan saya pikir baik untuk keuangan negara kita," pungkasnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pungutan Dana Energi...
Pungutan Dana Energi Terbarukan Bisa Mencontoh Negeri Jiran
Jaga Ketahanan Energi...
Jaga Ketahanan Energi Saat Nataru, Elnusa Petrofin Siagakan Armada dan SDM Unggul di Seluruh Wilayah Operasi
Incar Dana Rp2.087 Triliun,...
Incar Dana Rp2.087 Triliun, Uni Eropa Sepakat Terapkan Pungutan ke Perusahaan Energi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi di Indonesia Timur
Pemprov DKI Didorong...
Pemprov DKI Didorong Bentuk BUMD Khusus Demi Ketahanan Energi
Masuki 2026, Pertamina...
Masuki 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Peran Strategis
Berita Terkini
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
10 menit yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
1 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
1 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
2 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
3 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
4 jam yang lalu
Infografis
Rusia Produksi Massal...
Rusia Produksi Massal Tank T-80 hingga 100 Unit per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved