IHSG Pekan Ini Berpotensi Alami Kenaikan
Senin, 04 Januari 2016 - 00:01 WIB
IHSG Pekan Ini Berpotensi Alami Kenaikan
A
A
A
JAKARTA - Memasuki 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan mengalami kenaikan. Hal ini didukung pelaku pasar yang kembali aktif melakukan transaksi.
"Kami masih berharap ada kesempatan bagi IHSG untuk kembali mengalami kenaikan seiring masih adanya potensi akan kenaikan tersebut," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (3/1/2016).
Dia mengatakan, dengan asumsi kondisi pasar masih akan membaik yang didukung aksi beli dari para pelaku pasar yang kembali aktif. "Melakukan transaksi maka IHSG berkesempatan untuk menguat kembali. Semoga harapan positif tersebut dapat terwujud," katanya.
Dia memperkirakan IHSG pada perdagangan pekan ini berada pada rentang support 4.500-4.550 dan resistance 4.615-4.622. "Akhirnya laju IHSG dapat ditutup positif di akhir tahun sesuai dengan skenario kami meskipun tidak sampai menyentuh target kami di sekitaran 4.600-4.750," pungkasnya.
Sementara pada akhir tahun, berbalik melemahnya harga komoditas, dan penurunan pending home sales AS memberikan sentimen negatif. "Sehingga, memicu aksi jual dan menyebabkan laju bursa saham AS harus berakhir melemah di akhir tahun," pungkasnya.
"Kami masih berharap ada kesempatan bagi IHSG untuk kembali mengalami kenaikan seiring masih adanya potensi akan kenaikan tersebut," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (3/1/2016).
Dia mengatakan, dengan asumsi kondisi pasar masih akan membaik yang didukung aksi beli dari para pelaku pasar yang kembali aktif. "Melakukan transaksi maka IHSG berkesempatan untuk menguat kembali. Semoga harapan positif tersebut dapat terwujud," katanya.
Dia memperkirakan IHSG pada perdagangan pekan ini berada pada rentang support 4.500-4.550 dan resistance 4.615-4.622. "Akhirnya laju IHSG dapat ditutup positif di akhir tahun sesuai dengan skenario kami meskipun tidak sampai menyentuh target kami di sekitaran 4.600-4.750," pungkasnya.
Sementara pada akhir tahun, berbalik melemahnya harga komoditas, dan penurunan pending home sales AS memberikan sentimen negatif. "Sehingga, memicu aksi jual dan menyebabkan laju bursa saham AS harus berakhir melemah di akhir tahun," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :