Rupiah dan IHSG Siang Ini Kompak Terpuruk
Senin, 04 Januari 2016 - 12:24 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Ini Kompak Terpuruk
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini, Senin (4/1/2016) semakin melemah mendekati level Rp14.000/USD seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak dibuka Presiden Joko Widodo pagi tadi.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada siang ini berada pada level Rp13.901/USD. Posisi itu merosot tajam sebesar 114 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.787/USD.
Sementara menurut data Yahoo Finance, posisi rupiah menunjukkan Rp13.895/USD, dengan kisaran harian Rp13.835-Rp13.910/USD. Posisi tersebut negatif dibanding posisi kemarin di level Rp13.815/USD.
Posisi Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.900/USD. Posisi itu juga melemah dibanding sebelumnya pada level Rp13.823/USD.
Dan rupiah di kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tercatat siang ini berada pada posisi Rp13.898/USD di awal tahun 2016. Posisi ini merosot tajam 103 poin dari penutupan akhir tahun 2015 di level Rp13.795/USD.
Penurunan rupiah seiring dengan masih melemahnya IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup masih betah di zona merah, turun 13,84 poin atau 0,30% ke level 4.579,16 di tengah tren negatif mayoritas bursa Asia. IHSG pagi tadi dibuka juga melemah ke level 4.571,82, turun 21,19 poin atau 0,46%.
Sektor saham hari ini mayoritas melemah. Sektor yang peling terkena dampak adalah pertanian yang menurun tajam 2,03% diiikuti sektor perdagangan turun 1,14%. Dan satu-satunya sektor yang positif adalah infrastruktur yang naik 0,35%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp1,61 triliun dengan 2,17 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp51 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp424 miliar dan aksi beli Rp476 miliar. Tercatat 91 saham menguat, 160 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Sementara, saham yang melemah di antaranya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) serta PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI).
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada siang ini berada pada level Rp13.901/USD. Posisi itu merosot tajam sebesar 114 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.787/USD.
Sementara menurut data Yahoo Finance, posisi rupiah menunjukkan Rp13.895/USD, dengan kisaran harian Rp13.835-Rp13.910/USD. Posisi tersebut negatif dibanding posisi kemarin di level Rp13.815/USD.
Posisi Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.900/USD. Posisi itu juga melemah dibanding sebelumnya pada level Rp13.823/USD.
Dan rupiah di kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tercatat siang ini berada pada posisi Rp13.898/USD di awal tahun 2016. Posisi ini merosot tajam 103 poin dari penutupan akhir tahun 2015 di level Rp13.795/USD.
Penurunan rupiah seiring dengan masih melemahnya IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup masih betah di zona merah, turun 13,84 poin atau 0,30% ke level 4.579,16 di tengah tren negatif mayoritas bursa Asia. IHSG pagi tadi dibuka juga melemah ke level 4.571,82, turun 21,19 poin atau 0,46%.
Sektor saham hari ini mayoritas melemah. Sektor yang peling terkena dampak adalah pertanian yang menurun tajam 2,03% diiikuti sektor perdagangan turun 1,14%. Dan satu-satunya sektor yang positif adalah infrastruktur yang naik 0,35%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp1,61 triliun dengan 2,17 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp51 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp424 miliar dan aksi beli Rp476 miliar. Tercatat 91 saham menguat, 160 saham melemah dan 89 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Sementara, saham yang melemah di antaranya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM) serta PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI).
(akr)
Lihat Juga :