Rupiah Ditutup Masih di Atas Level Rp13.000/USD, Yen Menguat
Selasa, 05 Januari 2016 - 16:39 WIB
Rupiah Ditutup Masih di Atas Level Rp13.000/USD, Yen Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini Selasa (5/1/2016) ditutup semakin membaik, setelah sempat merosot di awal pekan kemarin. Penguatan rupiah seiring dengan perkasanya Yen Jepang terhadap euro dan USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah ditutup pada posisi Rp13.865/USD hari ini, dengan kisaran harian Rp13.800-Rp13.990/USD. Posisi tersebut naik tipis 60 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.925/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.870/USD. Posisi itu menguat 250 poin dari posisi awal pekan kemarin di tahun baru 2016 yang berada di posisi Rp13.930/USD.
Menurut data Bloomberg, tercatat rupiah berakhir di level Rp13.892/USD. Posisi itu membaik dengan kenaikan 51 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.943/USD.
Penurunan rupiah hanya terlihat berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, ketika ditutup pada level Rp13.931/USD. Posisi ini melemah 33 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.898/USD.
Seperti dikutip dari investing, di pasar mata uang yen jepang terus membaik saat melawan euro dan USD. Euro terhadap yen turun 0,46% ke posisi 128.78, sedangkan USD terhadap yen tergelincir 0,22% ke posisi 119.16.
Pelemahan euro dan USD diyakini terpengaruh pelambatan ekonomi China yang membuat investor waspada, dengan ketakutan berimbas ke pertumbuhan global. Sementara itu ketegangan antara Iran dan Arab Saudi juga berpeluang menghadirkan sentimen negatif.
Indeks USD yang mengukur terhadap enam mata uang utama mengalami kenaikan 0,26% ke level 99,19. Sepanjang 2015 lalu, USD tercatat berakhir dengan kenaikan 9%, diperkuat oleh respon kebijakan moneter divergen antara Federal Reserve dan bank sentral dunia lain, terutama Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah ditutup pada posisi Rp13.865/USD hari ini, dengan kisaran harian Rp13.800-Rp13.990/USD. Posisi tersebut naik tipis 60 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.925/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.870/USD. Posisi itu menguat 250 poin dari posisi awal pekan kemarin di tahun baru 2016 yang berada di posisi Rp13.930/USD.
Menurut data Bloomberg, tercatat rupiah berakhir di level Rp13.892/USD. Posisi itu membaik dengan kenaikan 51 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.943/USD.
Penurunan rupiah hanya terlihat berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, ketika ditutup pada level Rp13.931/USD. Posisi ini melemah 33 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.898/USD.
Seperti dikutip dari investing, di pasar mata uang yen jepang terus membaik saat melawan euro dan USD. Euro terhadap yen turun 0,46% ke posisi 128.78, sedangkan USD terhadap yen tergelincir 0,22% ke posisi 119.16.
Pelemahan euro dan USD diyakini terpengaruh pelambatan ekonomi China yang membuat investor waspada, dengan ketakutan berimbas ke pertumbuhan global. Sementara itu ketegangan antara Iran dan Arab Saudi juga berpeluang menghadirkan sentimen negatif.
Indeks USD yang mengukur terhadap enam mata uang utama mengalami kenaikan 0,26% ke level 99,19. Sepanjang 2015 lalu, USD tercatat berakhir dengan kenaikan 9%, diperkuat oleh respon kebijakan moneter divergen antara Federal Reserve dan bank sentral dunia lain, terutama Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan.
(akr)