Pemerintah Harus Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus

Rabu, 06 Januari 2016 - 06:03 WIB
Pemerintah Harus Kembangkan...
Pemerintah Harus Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus
A A A
JAKARTA - Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia menyatakan, pemerintah harus menajamkan rencana dan arah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta mensinergikannya dengan perencanaan pembangunan nasional dan strategi industri. Hal tersebut dilakukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Riset CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, agar KEK benar-benar dapat berperan sebagai mesin pendorong pertumbuhan sektor industri, pemerintah semestinya tidak semata-mata terpaku pada pemberian berbagai insentif pada kawasan tersebut. Paling tidak, pemerintah dapat menjadikan KEK sebagai bagian dari strategi reformasi pembangunan nasional.

"Perencanaan pengembangan KEK di Indonesia saat ini masih bersifat parsial, belum terintegrasi dengan rencana pembangunan industri nasional, dan belum secara tegas dikaitkan dengan target-target pencapaian ekspor dan investasi, maupun pertumbuhan ekonomi," ujar Faisal, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/1/2016).

Dia melanjutkan, pemerintah juga harus meningkatkan kualitas institusi dan membagi kewenangan secara lebih tegas dalam pengelolaan KEK.

Menurutnya, berbagai insentif yang diberikan tidak akan banyak efektif menarik investasi apabila pemerintah kurang memperhatikan peningkatan kualitas institusi dan pembagian kewenangan secara lebih tegas dalam pengelolaan KEK. Bahkan, pemberian berbagai insentif untuk pengembangan KEK dapat membawa sejumlah konsekuensi bagi keuangan pemerintah, baik dari potensi pendapatan yang hilang maupun ada tambahan biaya yang harus ditanggung pemerintah.

Di antaranya, hilangnya pendapatan atas pajak, biaya pengadaan lahan, biaya pembangunan infrastruktur, biaya eksploitasi lingkungan, biaya sosial-politik, dan sebagainya.

"Oleh karenanya, jika gagal, atau jika manfaat yang didapatkan dari KEK (penyerapan tenaga kerja, kontribusi terhadap investasi dan ekspor, adanya alih pengetahuan dan teknologi, dsb) tidak signifikan, berarti Pemerintah justru menanggung kerugian akan insentif yang telah diberikan," tambah Peneliti CORE Indonesia, Adhamaski Pangeran.

Untuk itu, perlu ada pembagian kewenangan yang tegas antara pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan KEK, termasuk juga sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah aerah dimana KEK berada.

Di samping itu, pengembangan KEK semestinya diintegrasikan dengan program-program pemerintah lainnya. Dengan adanya terintegrasinya pengembangan KEK dengan program-program Pemerintah lainnya, secara tidak langsung Pemerintah juga mengirimkan sinyal kepada dunia usaha akan komitmen dan kesungguhan Pemerintah dalam membangun KEK.

"Dengan demikian, KEK yang dibangun tetap menarik dan pemerintah tetap dapat menjaga antusiasme investor. Kalaupun seandainya insentif yang diberikan selama ini (misalnya keringanan pajak, dsb) tidak sebesar insentif serupa yang diberikan oleh negara-negara lain untuk KEK yang mereka kembangkan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditarget Rampung Tahun...
Ditarget Rampung Tahun Ini, KEK Lido Percepat Pertumbuhan Ekonomi Wilayah
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
KEK MNC Lido City Percepat...
KEK MNC Lido City Percepat Laju Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Dua KEK Baru dengan...
Dua KEK Baru dengan Investasi Rp32,2 Triliun Disetujui
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%, APPDESA: Ganti Anggota Koalisi Nakal!
Kawasan Ekonomi Khusus...
Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
23 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved