SPBU Ramai-ramai Kosongkan Premium dan Solar

Kamis, 07 Januari 2016 - 01:15 WIB
SPBU Ramai-ramai Kosongkan...
SPBU Ramai-ramai Kosongkan Premium dan Solar
A A A
KEDIRI - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah ramai-ramai mengosongkan tangki premium dan solar menyusul turunnya harga bahan bakar minyak (BBM). Para pengusaha menolak menebus delivery order (DO) ke Pertamina dengan alasan tidak mau rugi.

“Padahal dengan turunnya harga BBM, pertamina telah menyiapkan kompensasi penurunan harga," ungkap Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) wilayah Kediri, Jawa Tengah, David T Wahyudi kepada wartawan, Rabu (7/1/2015).

Hal tersebut mengakibatkan SPBU hanya menyediakan BBM pertamax yang harganya lebih mahal dibanding premium. Para pengusaha diduga sengaja “memaksa” konsumen menghabiskan stok pertamax yang juga turun harga dari Rp 8.750 per liter menjadi Rp 8.600 per liter. (Baca: Harga Turun, BBM Premium di Sejumlah Daerah Langka)

Plang “Premium dan Solar Kosong” dipasang di mana-mana. Situasi ini tidak hanya terjadi di wilayah Kediri. Tetapi juga di beberapa SPBU Kabupaten Blitar, bahkan Sulawesi.

Menurut David, ada beberapa pengusaha yang tidak mau repot mengurus penebusan. Mereka lebih memilih mengosongkan tangki. Langkah itu memunculkan situasi langka BBM dan meresahkan masyarakat. Keadaan diperarah terbatasnya jumlah armada pengangkut BBM dari Depo Surabaya.

David mengaku telah mendesak pengusaha anggota Hiswana untuk tidak menghentikan delivery order. Dia memastikan mekanisme pemberian kompensasi penurunan harga dari Pertamina tidak sulit. “Kami juga meminta bantuan Depo Pertamina Madiun dan Malang untuk membantu memasok kebutuhan BBM di wilayah Kediri," jelasnya.

Purnomo, salah satu pengawas SPBU di wilayah Blitar mengatakan, tidak semua SPBU menghentikan delivery order. Dia mencontohkan 19 SPBU yang berada di bawah tanggung jawab pengawasanya. Semua tetap menyediakan premium dan solar sesuai kuota normal masing masing 10 ton per hari.

“Kita tetap melakukan DO seperti biasa. Semuanya berjalan normal. Dan, kita memang sejak awal tahu adanya kompensasi penurunan harga," tandasnya.

Baca juga:

BBM Turun, Harga Kebutuhan Pokok di Daerah Justru Naik

Rincian Harga BBM dan Elpiji Terbaru

Harga BBM Turun, Angkutan Umum Enggan Turunkan Tarif
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Saatnya Disparitas...
Pengamat: Saatnya Disparitas Harga Solar Subsidi dan Non-subsidi Dipersempit
Antrean Solar Bersubsidi...
Antrean Solar Bersubsidi Masih Terjadi, Ini Penyebabnya
Petani di Wajo Sebut...
Petani di Wajo Sebut Kelangkaan BBM Subsidi Akibat Dijual Ilegal
Beli Pertalite Dilarang...
Beli Pertalite Dilarang Pakai Jeriken, Pertamini Kosong Terancam Bangkrut
Kelangkaan BBM di Balikpapan,...
Kelangkaan BBM di Balikpapan, Pertamina Minta Maaf dan Ungkap Penyebabnya
Sorong Krisis BBM, Pertamina...
Sorong Krisis BBM, Pertamina Bantah dan Minta Warga Tak Panik
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
8 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
8 jam yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
8 jam yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
8 jam yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
8 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved