PLN-Pertamina Ribut Harga Uap, Kementerian BUMN Angkat Bicara

Kamis, 07 Januari 2016 - 11:59 WIB
PLN-Pertamina Ribut...
PLN-Pertamina Ribut Harga Uap, Kementerian BUMN Angkat Bicara
A A A
JAKARTA - Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Periwisata, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Edwin Hidayat Abdullah angkat bicara terkait perseteruan yang terjadi antara dua perusahaan pelat merah yakni PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Ia menerangkan bahwa bahwa sejatinya hal tersebut adalah urusan korporasi, namun pihaknya tengah berkoordinasi dengan keduanya terkait hal tersebut.

(Baca Juga: Pertamina Ancam Stop Pasokan Panas Bumi terhadap PLN)

"Itu urusan korporasi (harga uap panas bumi untuk PLTP Kamojang 1,2, dan 3). M‎emang saya lagi koordinasi beberapa hari ini, ada surat-surat," katanya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Seperti diketahui kericuhan ini bermula terkait soal harga ‎uap panas bumi, yang dipasok oleh Pertamina melalui anak usahanya yaitu PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang 1,2, dan 3.

PLN menilai harga uap panas bumi yang ditawarkan Pertamina‎ terlalu mahal dan tidak wajar. Sementara Pertamina mengancam akan menyetop pasokan uap panas bumi untuk PLTP Kamojang 1,2, dan 3, jika PLN melalui anak usahanya PT Indonesia Power tak menyepakati harga yang ditawarkan Pertamina.

Menurut petinggi BUMN public relations Pertamina 'geblek' lantaran mengeluarkan rilis ancaman penghentian pasokan uap panas bumi untuk PLTP Kamojang 1,2, dan 3, yang kemudian disambut oleh public relations PLN dengan mengeluarkan rilis bantahan.

"Ini PR (public relations) Pertamina sama PLN geblek. Ngapain pakai mengeluarkan rilis, ini lagi koordinasi internal. Kenapa dia ngomong-ngomong keluar. Bilang aja PR PLN dan Pertamina geblek," tegas dia.

Dia menambahkan pihaknya beberapa waktu lalu telah berdiskusi dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan Dirut PLN Sofyan Basir mengenai negosiasi harga uap panas bumi tersebut. Dirinya pun telah melaporkan hasil diskusinya kepada Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Kemarin saya sudah bicara sama PGE dan Pak Sofyan. Tapi ini masih dalam proses. Saya sudah lapor ke Bu Menteri juga mengenai ini, semuanya kita urus semuanya, tapi kenapa dibuat seperti ini. Seharusnya internal kita dulu diberesin," tuturnya.

Menurutnya, hal serupa sejatinya pernah terjadi terhadap PGN dan PLN dalam kesepakatan harga gas di Lampung. Namun, dengan koordinasi yang baik akhirnya masalah tersebut terselesaikan.

"Baru mulai koordinasi dan ini baru ingin ketemu. Kayak kemarin masalah PGN (PT Perusahaan Gas Negara Tbk) sama PLN harga gas itu sudah beres yang di Lampung. Itu tidak perlu jadi isu. Ini hanya soal masalah itung-itungan aja," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Luncurkan...
Pertamina Luncurkan Kompetisi Sobat Bumi
Pertamina Tandatangani...
Pertamina Tandatangani Penjualan Gas Bumi Sebesar 318 BBTUD
Potensi Geothermal Terbesar...
Potensi Geothermal Terbesar Kedua di Dunia, Pertamina Siap Gandeng Mitra Global dalam AIPF
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Holding Geothermal Rampung...
Holding Geothermal Rampung 2021, Bos Geo Dipa Sebut Masih Ada Pembahasan Opsi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
19 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
49 menit yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved