Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa

Selasa, 01 November 2022 - 13:08 WIB
loading...
Meneropong Tantangan...
Rencana pemerintah untuk membentuk holding panas bumi diyakini akan membutuhkan waktu yang panjang, ini alasannya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah untuk membentuk holding panas bumi diyakini akan membutuhkan waktu yang panjang. Hal itu karena pembentukan melibatkan beberapa stakeholder terutama melibatkan aset di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yakni Geo Dipa Energi.

"Jadi sesama BUMN yang di dalam proses konsolidasinya tentu tidak bisa hanya diselesaikan di level pemerintah atau eksekutif, tetapi perlu persetujuan di DPR. Ini yang saya kira menjadi tantangan utama nanti prosesnya perlu waktu lebih lama lagi," ujar Komaidi dalam program Market Review di IDX Channel, Selasa (1/11/2022).

Baca Juga: Erick Thohir Ingin Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa, Begini Rencananya

Namun, tambahnya, konsolidasi untuk penggabungan antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang merupakan bagian dari Pertamina dengan PT PLN Gas & Geothermal menurutnya sudah dilakukan proses. Hanya tinggal konsolidasi dengan Geo Dipa yang perlu waktu.

"Karena kan ini sama-sama BUMN, satunya BUMN di bawah kementerian teknis, Kementerian BUMN, kemudian satu aset di bawah Kementerian Keuangan," jelasnya.

Baca Juga: PGE, PLN dan Geo Dipa Bakal Digabung, Ini Alasannya

Komaidi menyebut bahwa nanti dalam penyelesaiannya akan ada konsolidasi keuangan yang tidak sederhana dan yang paling penting, ada tahapan yang harus melalui atau melibatkan persetujuan anggota DPR.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
Pengamat Nilai Kinerja...
Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi
Targetkan Kapasitas...
Targetkan Kapasitas 1 GW, BREN Pacu Ekspansi Panas Bumi
2026 Jadi Tahun Paling...
2026 Jadi Tahun Paling Kristis Terumbu Karang di Seluruh Dunia
Anomali Gravitasi Berdampak...
Anomali Gravitasi Berdampak pada Bumi dengan Iklim yang Tak Biasa
Panas Bumi di Kabupaten...
Panas Bumi di Kabupaten Manggarai NTT Potensial Jadi Sumber Energi Terbarukan
Rekomendasi
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Berita Terkini
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved