Rupiah Masih Mencoba Bangkit, IHSG Memerah Siang Ini
Kamis, 07 Januari 2016 - 12:45 WIB
Rupiah Masih Mencoba Bangkit, IHSG Memerah Siang Ini
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini, Kamis (7/1/2016) masih mencoba bangkit di tengah melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terimbas merosotnya harga minyak mentah dunia dan perlambatan ekonomi China.
Rupiah berdasarkan data Yahoo Finance siang ini menguat ke posisi Rp13.905/USD dengan kisaran harian Rp13.880-Rp13.975/USD. Posisi tersebut naik sebesar 40 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.945/USD.
Posisi rupiah siang ini berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, ada di level Rp13.895/USD. Posisi tersebut menguat 58 poin dibandingkan posisi sebelumnya yang berakhir di posisi Rp13.953/USD.
Penguatan rupiah juga tercatat berdasarkan data Bloomberg siang ini di posisi Rp13.889/USD, atau mengalami kenaikan sebesar 54 poin dari posisi penutupan kemarin di posisi Rp13.943/USD.
Sebaliknya melihat data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru tercatat melemah siang ini berada di posisi Rp13.946/USD turun 79 poin dari Rp13.863/USD pada penutupan kemarin.
IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup tetap memerah turun 51,14 poin atau 1,11% ke level 4.557,84 mengikuti jejak terpuruknya bursa Asia. IHSG pagi tadi dibuka melemah 41,26 poin atau 0,90% ke posisi 4.567,72.
Sektor saham hari ini dibuka melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah konsumen yang turun 1,97% diikuti sektor manufaktur melemah 1,57% dan sektor pertanian juga berkurang 1,45%.
Nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,08 miliar dengan 1,5 juta saham diperdagangkan dan transaksi asing minus Rp201 miliar. Aksi jual asing mencapai Rp1,0 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp841 miliar. Tercatat 80 saham naik, 186 saham melemah serta 75 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Citra Marga Nushapala P. Tbk (CMNP) dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). Dan saham yang anjlok di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) serta PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK).
Rupiah berdasarkan data Yahoo Finance siang ini menguat ke posisi Rp13.905/USD dengan kisaran harian Rp13.880-Rp13.975/USD. Posisi tersebut naik sebesar 40 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.945/USD.
Posisi rupiah siang ini berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, ada di level Rp13.895/USD. Posisi tersebut menguat 58 poin dibandingkan posisi sebelumnya yang berakhir di posisi Rp13.953/USD.
Penguatan rupiah juga tercatat berdasarkan data Bloomberg siang ini di posisi Rp13.889/USD, atau mengalami kenaikan sebesar 54 poin dari posisi penutupan kemarin di posisi Rp13.943/USD.
Sebaliknya melihat data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah justru tercatat melemah siang ini berada di posisi Rp13.946/USD turun 79 poin dari Rp13.863/USD pada penutupan kemarin.
IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup tetap memerah turun 51,14 poin atau 1,11% ke level 4.557,84 mengikuti jejak terpuruknya bursa Asia. IHSG pagi tadi dibuka melemah 41,26 poin atau 0,90% ke posisi 4.567,72.
Sektor saham hari ini dibuka melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah konsumen yang turun 1,97% diikuti sektor manufaktur melemah 1,57% dan sektor pertanian juga berkurang 1,45%.
Nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,08 miliar dengan 1,5 juta saham diperdagangkan dan transaksi asing minus Rp201 miliar. Aksi jual asing mencapai Rp1,0 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp841 miliar. Tercatat 80 saham naik, 186 saham melemah serta 75 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Citra Marga Nushapala P. Tbk (CMNP) dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). Dan saham yang anjlok di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) serta PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK).
(akr)
Lihat Juga :