25 Tahun Kerja Sama, PLN Sebut Layak Dapat Harga Uap Murah

Kamis, 07 Januari 2016 - 13:59 WIB
25 Tahun Kerja Sama,...
25 Tahun Kerja Sama, PLN Sebut Layak Dapat Harga Uap Murah
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) tetap pada pendiriannya untuk tidak menyepakati harga uap panas bumi yang diajukan PT Pertamina (Persero) untuk pasokan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang 1, 2, dan 3.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN‎ Nasri Sebayang mengemukakan bahwa harga USD6 sen yang diajukan Pertamina untuk pasokan uap panas bumi di PLTP Kamojang adalah harga sementara (interim). Sementara pihaknya berpikir bahwa kerja sama antara Pertamina dan PLN untuk supply uap panas bumi di PLTP Kamojang telah lama terjalin.

Artinya, Dia menerangkan biaya investasi yang telah dikeluarkan selama ini telah kembali. "‎Kita beli uap dari PLTP kamojang sudah lebih dari 25 tahun, artinya menurut PLN biaya investasi yang dikeluarkan selama ini sudah kembali. Kalau investasi sudah lama, maka selesai investasinya, biaya apa lagi yang ada di sana?," katanya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

(Baca Juga: PLN: Pertamina Tawarkan Harga Uap Panas Bumi Tak Wajar)

Menurutnya, tidak semua biaya investasi harus dibebankan kepada PLN. Sementara kerja sama telah terjalin lebih dari 25 tahun. ‎"Kita maunya (harga uap panas bumi) yang lebih murah. Tentunya biaya pemeliharaan atau invetsasi tambahan, tapi tidak sebesar investasi yang dulu," lanjutnya.

Ditambahkan bahwa, PLN menginginkan harga uap panas bumi yang dibeli dari Pertamina itu sebesar USD3 hingga USD4 sen. Untuk mencapai kesepakatan tersebut, PLN akan meminta pihak ketiga guna menilai harga yang wajar untuk itu.

"3 sampai 4 sen kita mintanya. Karena kita melihat sudah 25 tahun. Sekarang kita punya mobil misalnya, ada mobil yang beroperasi 10 tahun. Sudah kita operasikan 5 tahun, apa iya kalau sewa 5 tahun lagi biayanya lebih mahal daripada sewa sebelumnya? Logikanya sederhana bagi kita. Makanya nanti akan ada pihak ketiga yang akan menilai," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Luncurkan...
Pertamina Luncurkan Kompetisi Sobat Bumi
Pertamina Tandatangani...
Pertamina Tandatangani Penjualan Gas Bumi Sebesar 318 BBTUD
Potensi Geothermal Terbesar...
Potensi Geothermal Terbesar Kedua di Dunia, Pertamina Siap Gandeng Mitra Global dalam AIPF
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Holding Geothermal Rampung...
Holding Geothermal Rampung 2021, Bos Geo Dipa Sebut Masih Ada Pembahasan Opsi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
1 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
3 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
4 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
4 jam yang lalu
Infografis
Jurusan Kuliah yang...
Jurusan Kuliah yang Berpeluang Cepat Dapat Kerja di Era Digital
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved