IHSG Ditutup Memerah di Level 4.530, Bursa China Dihentikan
Kamis, 07 Januari 2016 - 16:31 WIB
IHSG Ditutup Memerah di Level 4.530, Bursa China Dihentikan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini Kamis (7/1/2015) ditutup pada zona merah, ketika bursa China kembali anjlok mencapai 7% kali kedua pekan ini. Akibatnya bursa China langsung dihentikan akibat pergerakan yang terlalu fluktuatif.
Pelemahan ekonomi China juga berimbas kepada IHSG yang ditutup melemah 78,53 poin atau 1,70% ke level 4.530,45. Sejak pembukaan pagi tadi, IHSG sudah berada di jalur negatif turun 41,26 poin atau 0,90% ke posisi 4.567,72 ketika mayoritas juga merosot tajam.
Sementara, kemarin IHSG ditutup menguat 51,16 poin atau 1,12% ke level 4.608,98. Seperti dilansir Reuters, saham Asia makin terpuruk ketika Yuan China terus menyusut. Indeks saham Shanghai SSEC anjlok hingga 7% untuk kedua kalinya awal tahun ini dan membuat perdagangan dihentikan.
Aturan baru diberlakukan pihak berwenang China pekan ini yakni dengan membatasi penjualan oleh pemegang saham besar. "Ini gila. Mereka telah menghancurkan harapan investor yang masih mempunyai sesuatu di pasar," ucap pendiri Mandarin Capital Partners, Alberto Forchielli.
Investor juga dibuat cemas kebijakan bank sentral yang kembali memperlemah posisi yuan. Tercatat indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 2% untuk berada ke posisi terendah sejak akhir September. Saham Australia juga menyusut 2,2% dan Korea Selatan KOSPI jatuh 0,8%.
Sedangkan Nikkei Jepang N225 mengakhiri hari ini dengan turun tajam 423,98 poin atau 2,33% ke level 17.767,34. Hal serupa juga terjadi pada indeks Hang Seng melemah 647,47 atau 3,09% ke posisi 20.333,34. Indeks Straits Times juga melemah 74,36 poin atau 2,65% ke posisi 2.729,91.
Pelemahan juga terjadi pada mayoritas sektor saham Tanah Air pada perdagangan hari ini dipimpin sektor industri dasar yang turun 2,50% diikuti sektor konsumen melemah 2,33%. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,3 triliun dengan 2,9 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp281,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,4 triliun dan aksi beli Rp2,1 triliun.
Tercatat 70 saham menguat, 232 saham melemah dan 78 saham stagnan. Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp775 menjadi Rp28,775, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp425 menjadi Rp7.600.
Saham-saham yang melemah pada perdagangan hari ini di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp725 menjadi Rp54.025, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) turun Rp135 menjadi Rp2.560.
Pelemahan ekonomi China juga berimbas kepada IHSG yang ditutup melemah 78,53 poin atau 1,70% ke level 4.530,45. Sejak pembukaan pagi tadi, IHSG sudah berada di jalur negatif turun 41,26 poin atau 0,90% ke posisi 4.567,72 ketika mayoritas juga merosot tajam.
Sementara, kemarin IHSG ditutup menguat 51,16 poin atau 1,12% ke level 4.608,98. Seperti dilansir Reuters, saham Asia makin terpuruk ketika Yuan China terus menyusut. Indeks saham Shanghai SSEC anjlok hingga 7% untuk kedua kalinya awal tahun ini dan membuat perdagangan dihentikan.
Aturan baru diberlakukan pihak berwenang China pekan ini yakni dengan membatasi penjualan oleh pemegang saham besar. "Ini gila. Mereka telah menghancurkan harapan investor yang masih mempunyai sesuatu di pasar," ucap pendiri Mandarin Capital Partners, Alberto Forchielli.
Investor juga dibuat cemas kebijakan bank sentral yang kembali memperlemah posisi yuan. Tercatat indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 2% untuk berada ke posisi terendah sejak akhir September. Saham Australia juga menyusut 2,2% dan Korea Selatan KOSPI jatuh 0,8%.
Sedangkan Nikkei Jepang N225 mengakhiri hari ini dengan turun tajam 423,98 poin atau 2,33% ke level 17.767,34. Hal serupa juga terjadi pada indeks Hang Seng melemah 647,47 atau 3,09% ke posisi 20.333,34. Indeks Straits Times juga melemah 74,36 poin atau 2,65% ke posisi 2.729,91.
Pelemahan juga terjadi pada mayoritas sektor saham Tanah Air pada perdagangan hari ini dipimpin sektor industri dasar yang turun 2,50% diikuti sektor konsumen melemah 2,33%. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,3 triliun dengan 2,9 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp281,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,4 triliun dan aksi beli Rp2,1 triliun.
Tercatat 70 saham menguat, 232 saham melemah dan 78 saham stagnan. Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp775 menjadi Rp28,775, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp425 menjadi Rp7.600.
Saham-saham yang melemah pada perdagangan hari ini di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp725 menjadi Rp54.025, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) turun Rp135 menjadi Rp2.560.
(akr)
Lihat Juga :