Rini Tegur PLN dan Pertamina Jangan Bertarung di Luar
Kamis, 07 Januari 2016 - 19:06 WIB
Rini Tegur PLN dan Pertamina Jangan Bertarung di Luar
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegur PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) agar tidak ribut di luar soal kesepakatan harga uap untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang 1,2, dan 3. Setelah Rini turun tangan, akhirnya kedua belah pihak sepakat dengan harga yang ditetapkan.
Keduabelah pihak sebelumnya 'perang' pernyataan terkait harga uap untuk pembangkit bersumber energi terbarukan tersebut. Baik PLN dan Pertamina memiliki pendapat sendiri terkait harga uap yang diinginkannya. (Baca: Menteri BUMN Panggil Pertamina dan PLN)
Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata, Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah mengungkapkan, Menteri Rini telah menegur PLN dan Pertamina agar tidak lagi membuat pertarungan di luar terkait kerja sama kedua belah pihak. Sebaiknya, perdebatan hanya dilakukan di internal.
"Iya, tadi juga ibu Menteri juga tegur lain kali dalam proses koordinasi enggak ada lagi namanya. Jangan dibuat pertarungan di luar," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Pasalnya, lanjut dia, koordinasi yang terjalin antara kedua belah pihak sejatinya belum sampai pada level menteri. Koordinasi baru sampai di level menteri, namun sudah diramaikan dengan 'perang' pernyataan di media. "Karena ini koordinasi belum sampai ke level menteri malah, masih di level deputi. Jadinya langsung eskalasi kan," tegasnya.
Menurut Edwin, perdebatan antara Pertamina dan PLN soal harga uap ini baru terjadi pada akhir tahun lalu. Selanjutnya, pada 5 Januari 2016 pihaknya memanggil PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) selaku anak usaha Pertamina yang menangani PLTP Kamojang untuk melakukan verifikasi data.
"Awal Januari saya baru tanggal 5 ini, baru panggil PGE, verifikasi dan segala macamnya. Masa saya harus langsung ambil keputusan. Tapi karena di-eskalasi, ada fungsinya juga sih media. Jadi langsung cepat. Tapi ya seharusnya tidak seperti ini," tegasnya.
Edwin menambahkan, proses negosiasi yang difasilitasi Menteri BUMN ini berlangsung cepat dan pada akhirnya baik Pertamina maupun PLN langsung menyetujuinya.
Baca juga:
PLN: Pertamina Tawarkan Harga Uap Panas Bumi Tak Wajar
Pertamina Ancam Stop Pasokan Panas Bumi terhadap PLN
PLN Sayangkan Sikap Pertamina Ancam Stop Pasokan Panas Bumi
Keduabelah pihak sebelumnya 'perang' pernyataan terkait harga uap untuk pembangkit bersumber energi terbarukan tersebut. Baik PLN dan Pertamina memiliki pendapat sendiri terkait harga uap yang diinginkannya. (Baca: Menteri BUMN Panggil Pertamina dan PLN)
Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata, Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah mengungkapkan, Menteri Rini telah menegur PLN dan Pertamina agar tidak lagi membuat pertarungan di luar terkait kerja sama kedua belah pihak. Sebaiknya, perdebatan hanya dilakukan di internal.
"Iya, tadi juga ibu Menteri juga tegur lain kali dalam proses koordinasi enggak ada lagi namanya. Jangan dibuat pertarungan di luar," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Pasalnya, lanjut dia, koordinasi yang terjalin antara kedua belah pihak sejatinya belum sampai pada level menteri. Koordinasi baru sampai di level menteri, namun sudah diramaikan dengan 'perang' pernyataan di media. "Karena ini koordinasi belum sampai ke level menteri malah, masih di level deputi. Jadinya langsung eskalasi kan," tegasnya.
Menurut Edwin, perdebatan antara Pertamina dan PLN soal harga uap ini baru terjadi pada akhir tahun lalu. Selanjutnya, pada 5 Januari 2016 pihaknya memanggil PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) selaku anak usaha Pertamina yang menangani PLTP Kamojang untuk melakukan verifikasi data.
"Awal Januari saya baru tanggal 5 ini, baru panggil PGE, verifikasi dan segala macamnya. Masa saya harus langsung ambil keputusan. Tapi karena di-eskalasi, ada fungsinya juga sih media. Jadi langsung cepat. Tapi ya seharusnya tidak seperti ini," tegasnya.
Edwin menambahkan, proses negosiasi yang difasilitasi Menteri BUMN ini berlangsung cepat dan pada akhirnya baik Pertamina maupun PLN langsung menyetujuinya.
Baca juga:
PLN: Pertamina Tawarkan Harga Uap Panas Bumi Tak Wajar
Pertamina Ancam Stop Pasokan Panas Bumi terhadap PLN
PLN Sayangkan Sikap Pertamina Ancam Stop Pasokan Panas Bumi
(dmd)
Lihat Juga :