Tembus Rp1.000 Triliun, Realisasi Pajak 2015 Masih Meleset

Senin, 11 Januari 2016 - 13:49 WIB
Tembus Rp1.000 Triliun,...
Tembus Rp1.000 Triliun, Realisasi Pajak 2015 Masih Meleset
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menerangkan soal total realisasi penerimaan pajak sampai dengan 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp1.055.61 triliun. Dengan rincian Rp1.005,89 triliun hanya untuk pajak penghasilan (PPh) non PPh migas (minyak dan gas bumi) dengan total pertumbuhan penerimaan pajaknya 7,15%.

Sementara pajak penghasilan (PPh) untuk migas hanya mencapai Rp49,72%. Dia juga menerangkan pecapaian ini pertama kalinya penerimaan pajak telah tembus Rp1000 triliun, padahal situsi ekonomi di Indonesia sedang mengalami perlambatan. Meski begitu pencapaian ini meleset dari target 2015 sebesar Rp1.294,25 triliun.

"Ini pertama kalinya kita mencapai Rp1000 triliun. Ini tidak mudah, karena perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dan ini dampaknya ke penerimaan dari pertumbuhan ekonomi," jelasnya di Kantor Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak, Senin (11/1/2016).

Dia menambahkan dengan adanya kondisi tersebut tidak serta merta membuat dirjen pajak dan segenap aparat menyerah. Mereka menegaskan tetap berupaya agar fiskal tetap terjaga. Selain itu, di tengah perlambatan kondisi‎ perekonomian tahun 2015, pertumbuhan penerimaan pajak di luar pajak penghasilan (PPh) Migas mencapai 12,05%

"Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7,81%," jelasnya. (Baca Juga: Pemerintah Masih Pede Target Pajak 2015 Tercapai)

Di sisi lain, penerimaan PPH migas mengalami pertumbuhan negatif sebesar 43,14%, yang diakibatkan oleh rendahnya harga minyak mentah mentah dunia dan gas Indonesia. Meskipun begitu, Dia tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja DJP yang telah melakukan ekstra effort di akhir-akhir tahun 2015

"Itu murni hasil kerja keras DJP, karena itu ‎saya berikan apresiasi khusus karena bisa mencapai di atas Rp1000 triliun untuk non migas. Ini adalah upaya ekstra dari mereka meningkatkan penerimaan saat situasi ekonomi yang tidak menentu," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Per 1 Juli Netflix dan...
Per 1 Juli Netflix dan Zoom Dikenai Pajak
Dihantam Covid-19, hingga...
Dihantam Covid-19, hingga April Penerimaan Pajak Turun 0,9%
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Pajak Digital Belum...
Pajak Digital Belum Disepakati G20, Sri Mulyani Ungkap Gara-gara AS
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Ini Lho Alasan Kenapa...
Ini Lho Alasan Kenapa Sepeda Masuk Objek Wajib Lapor SPT
Berita Terkini
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
33 menit yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
56 menit yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
1 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
12 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
12 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved