Hadapi MEA, JK Minta Indonesia Gunakan Tenaga Dalam
Senin, 11 Januari 2016 - 14:27 WIB
Hadapi MEA, JK Minta Indonesia Gunakan Tenaga Dalam
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengemukakan bahwa awal 2016 Indonesia memasuki suasana yang berbeda, dimana terbukanya banyak kesempatan namun juga sekaligus penuh tantangan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak 1 Januari 2016.
(Baca Juga: Jokowi: Tidak Perlu Takut Hadapi MEA)
Dia mengatakan dengan berlakunya MEA sejak awal tahun membuat Tanah Air memasuki suasana persaingan dalam kerja sama. Menurutnya dalam pasar bebas khusus Asia Tenggara, Indonesia dituntu bekerja sama dengan negara anggota ASEAN lain, namun juga bersaing satu sama lain.
"Memasuki MEA, kita bekerja sama tapi kita bersaing juga. Itu merupakan langkah yang membuat ekonomi ASEAN skalanya menjadi lebih besar," ucapnya di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (11/1/2016).
JK juga menyadari daya saing Indonesia menghadapi gempuran negara lain di lingkungan ASEAN kerap dipertanyakan. Diterangkan olehnya bahwa Indonesia seringkali dianggap tidak mampu untuk bersaing dengan negara anggota-anggota ASEAN lain.
(Baca Juga: Pakai Tradisi Lama, RI Bakal Digempur Asing di Pasar Bebas ASEAN)
Oleh karena itu, menurutnya Indonesia harus mengeluarkan tenaga dalamnya untuk membuktikan bahwa kita dapat bersaing dengan negara lainnya di lingkungan ASEAN. "Kalau dalam silat, kita harus tingkatkan kekuatan internal yakni kekuatan dalam diri. Dan kita bersyukur Indonesia punya kekuatan yang berbeda dengan negara lain," sambungnya.
Mantan Wapres era Presiden SBY ini juga menyebutkan, Indonesia memiliki pasar yang luas yakni Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup besar.
"Jadi Indonesia mempunyai kemampuan untuk menggerakkan ekonomi nasional lebh baik dan lebih cepat dibanding banyak negara yang bermaslaah. Kita menyadari, dengan kondisi seprti ini maka persaingan akan lebih ketat. Karena selalu dimenangkan pihak-pihak yang paling efisien," tandasnya.
(Baca Juga: Jokowi: Tidak Perlu Takut Hadapi MEA)
Dia mengatakan dengan berlakunya MEA sejak awal tahun membuat Tanah Air memasuki suasana persaingan dalam kerja sama. Menurutnya dalam pasar bebas khusus Asia Tenggara, Indonesia dituntu bekerja sama dengan negara anggota ASEAN lain, namun juga bersaing satu sama lain.
"Memasuki MEA, kita bekerja sama tapi kita bersaing juga. Itu merupakan langkah yang membuat ekonomi ASEAN skalanya menjadi lebih besar," ucapnya di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (11/1/2016).
JK juga menyadari daya saing Indonesia menghadapi gempuran negara lain di lingkungan ASEAN kerap dipertanyakan. Diterangkan olehnya bahwa Indonesia seringkali dianggap tidak mampu untuk bersaing dengan negara anggota-anggota ASEAN lain.
(Baca Juga: Pakai Tradisi Lama, RI Bakal Digempur Asing di Pasar Bebas ASEAN)
Oleh karena itu, menurutnya Indonesia harus mengeluarkan tenaga dalamnya untuk membuktikan bahwa kita dapat bersaing dengan negara lainnya di lingkungan ASEAN. "Kalau dalam silat, kita harus tingkatkan kekuatan internal yakni kekuatan dalam diri. Dan kita bersyukur Indonesia punya kekuatan yang berbeda dengan negara lain," sambungnya.
Mantan Wapres era Presiden SBY ini juga menyebutkan, Indonesia memiliki pasar yang luas yakni Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup besar.
"Jadi Indonesia mempunyai kemampuan untuk menggerakkan ekonomi nasional lebh baik dan lebih cepat dibanding banyak negara yang bermaslaah. Kita menyadari, dengan kondisi seprti ini maka persaingan akan lebih ketat. Karena selalu dimenangkan pihak-pihak yang paling efisien," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :