BI Waspadai Dampak Devaluasi Yuan

Senin, 11 Januari 2016 - 19:29 WIB
BI Waspadai Dampak Devaluasi...
BI Waspadai Dampak Devaluasi Yuan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, akan terus mewaspadai dampak yang terjadi akibat devaluasi yuan. Pasalnya, kebijakan pemerintah China untuk mendevaluasi yuan membuat pasar uang global bergejolak dan berimbas ke aliran modal di Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo mengatakan, langkah devaluasi yuan yang dilakukan China membuat pasar modal negera dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut sempat dihentikan sementara (suspend) hingga dua kali dalam satu pekan.

Hal tersebut menurutnya berdampak pada bergejolaknya aliran dana di dunia yang dikenal dengan periode risk-off, yakni dana-dana yang ada di dunia akan lari mencari negara yang dianggap memiliki aset aman.

"Itu devaluasi yang tajam karena terakhir kali yuan didevaluasi dengan sangat besar pada Agustus 2015. Tapi kami bisa sampaikan, bahwa Indonesia harus bersyukur karena di tengah gejolak dunia, kita bisa atasi dan masih bisa bertahan,” jelasnya di Jakarta, Senin (11/1/2015).

Menurut Dia, tekanan tersebut berimbas pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), dimana beberapa hari lalu rupiah sempat melemah ke level Rp13.800 hingga Rp13.900/USD.

Dia menambahkan otoritas moneter juga akan tetap menerapkan kebijakan ketat. Hal tersebut disebabkan kenaikan suku bunga The Fed bisa membuat terjadinya arus pembalikan modal (capital reversal) keluar dari Indonesia. "Capital reversal biasanya berdampak kepada negara berkembang yang transaksinya berjalan defisit," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Dampak Mengerikan dari...
Dampak Mengerikan dari Serangan Bom Fosfor Putih Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved