LPS Ramal Rupiah Tahun Ini Rata-rata Rp14.000/USD

Senin, 11 Januari 2016 - 23:30 WIB
LPS Ramal Rupiah Tahun...
LPS Ramal Rupiah Tahun Ini Rata-rata Rp14.000/USD
A A A
JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan rata-rata nilai tukar rupiah pada tahun ini berada di level Rp14.000 per USD. Hal ini dipengaruhi tekanan ekonomi global.

"Downside risks bagi rupiah terutama berasal dari potensi capital outflow akibat perilaku risk aversion investor global dalam menyikapi normalisasi kebijakan moneter the Fed, ECB, dan BOJ yang dapat terjadi secara bersamaan pada semester II 2016 atau semester I 2017," ujar Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho di Jakarta, Senin (11/1/2016).

Sebaliknya, lanjut dia, penguatan bagi rupiah bersumber dari potensi perbaikan neraca pembayaran, serta respons positif investor asing dalam menyikapi berbagai kebijakan reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah.

Sementara itu terkait inflasi, Samsu mengatakan, pada akhir 2016 diproyeksikan sebesar 4,5%, melebihi estimasi inflasi akhir 2015 sebesar 3%. Menurut Samsu, perkiraan penurunan inflasi (y/y) hingga ke posisi 3% pada 2015 menunjukkan adanya ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk memangkas policy rate pada awal 2016.

Meski demikian, kata dia, realisasi penurunan suku bunga kali ini akan sangat tergantung pada stabilitas di sektor finansial, terutama nilai tukar rupiah. "Kami sendiri melihat potensi yang cukup besar bagi BI rate untuk diturunkan pada kuartal I 2016, memanfaatkan kondisi ekonomi makro yang relatif baik," imbuhnya.

Namun, kata dia, bila ini terjadi, sepertinya akan ada kemungkinan pembalikan arah suku bunga ke atas pada semester II 2016 sebagai respons atas naiknya gejolak di pasar keuangan.

Samsu memaparkan, sumber utama gejolak ini adalah suatu peristiwa yang disebut sebagai triple taper tantrum, di mana Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Jepang (BOJ) akan mulai mengurangi, atau setidaknya melempar wacana pengurangan, stimulus moneternya saat Federal Reserve (Fed) berada dalam fase menaikkan suku bunga.

"Jika ini benar terjadi, rupiah akan mengalami tekanan yang sangat kuat, sehingga BI rate mungkin akan perlu dinaikkan. Melihat hal ini, kami juga memprediksi BI rate di posisi 7,50% pada akhir 2016," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
LPS Optimis Perekonomian...
LPS Optimis Perekonomian Indonesia Membaik pada 2022
Sukses Kelola dan Tingkatkan...
Sukses Kelola dan Tingkatkan Produktivitas SDM, LPS Raih Anugerah Employer of Choice 2022
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Dewan Komisioner LPS 2025-2030
Tugas Lembaga Penjamin...
Tugas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)
Jangan Ragu Nabung di...
Jangan Ragu Nabung di Bank, LPS Ingatkan Jangan Tergiur Bunga Tinggi
CFR LPS Tumbuhkan Kemampuan...
CFR LPS Tumbuhkan Kemampuan Menulis dan Membangun Network di Kalangan Muda Milenial
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
23 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
37 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved